BERITA TERKINI
Dampak Penggunaan Gadget di Kalangan Pelajar: Antara Manfaat dan Risiko

Dampak Penggunaan Gadget di Kalangan Pelajar: Antara Manfaat dan Risiko

Penggunaan gadget, khususnya telepon pintar, menjadi perhatian di berbagai kalangan, termasuk di lingkungan pelajar. Perangkat ini dinilai memudahkan akses informasi sekaligus mendukung komunikasi jarak jauh. Namun, pemanfaatannya juga dapat memunculkan dampak yang berbeda-beda, bergantung pada cara dan intensitas penggunaan oleh masing-masing individu.

Dalam praktiknya, gawai kerap disebut disalahgunakan oleh sebagian pelajar hingga memicu kemalasan belajar. Meski begitu, telepon pintar tidak selalu identik dengan pengaruh negatif. Di sisi lain, perangkat ini juga memiliki potensi membantu murid dan guru dalam proses belajar mengajar di sekolah.

Sejumlah kajian yang dirujuk dalam tulisan Iqbal dkk. (2020) memaparkan beberapa risiko yang dapat muncul dari penggunaan gadget. Sinta (2018) menyebutkan dampak negatif antara lain bahaya radiasi yang dikaitkan dengan berkurangnya penglihatan murid, gadget yang menjadi kebiasaan dalam keseharian sehingga berpotensi mengubah sikap anak, serta keterlambatan murid dalam berpikir karena sering memanfaatkan AI dalam pengerjaan tugas. Novitasari (2016) juga menyoroti kecenderungan murid menjadi malas berolahraga, yang disebut dapat membuat mereka lebih mudah terserang penyakit.

Selain itu, pemakaian gawai secara terus-menerus dinilai dapat mengurangi rasa kebersamaan. Murid disebut cenderung menyendiri dan sibuk dengan telepon pintarnya, sehingga interaksi sosial dapat menurun.

Meski demikian, pembahasan mengenai gadget tidak hanya berfokus pada dampak negatif. Witarsa dkk. (2018), yang juga dikutip dalam Iqbal dkk. (2020), menekankan bahwa publik, termasuk orang tua, tidak semestinya hanya melihat sisi buruk hingga melarang anak menggunakan telepon pintar tanpa mempertimbangkan manfaatnya.

Dalam konteks positif, gadget dinilai dapat mempermudah komunikasi antarteman sehingga murid tetap bisa berinteraksi meski tidak bertatap muka. Perangkat ini juga membuka akses informasi yang lebih luas, membuat murid tidak hanya mengandalkan penjelasan dari guru, tetapi dapat mengeksplorasi berbagai sumber di internet.

Manfaat lain yang disebutkan adalah peluang untuk meningkatkan kreativitas melalui aplikasi dan fitur yang tersedia. Contohnya, penggunaan aplikasi seperti Canva Education untuk membuat poster, iklan, atau karya visual lain dengan desain yang menarik.

Kesimpulannya, penggunaan smartphone tidak selalu berdampak negatif. Namun, diperlukan upaya menyeimbangkan pemakaian gadget dengan mempertimbangkan sisi manfaat dan risikonya. Pengawasan serta perhatian dari orang tua dan guru disebut dapat membantu mencegah munculnya dampak negatif yang dikhawatirkan.