Perjalanan mudik kerap diwarnai berbagai tantangan, mulai dari kemacetan, risiko tersasar, hingga rasa bosan selama di perjalanan. Di tengah situasi itu, ponsel pintar dapat berperan sebagai alat bantu penting untuk menunjang perjalanan agar lebih aman, nyaman, dan efisien.
Berikut sejumlah aplikasi yang dapat dipertimbangkan untuk dipasang atau diperbarui sebelum berangkat mudik, mencakup kebutuhan navigasi, informasi lalu lintas dan cuaca, pemesanan tiket, hingga hiburan.
1. Aplikasi navigasi untuk memandu rute
Untuk pemudik jalur darat, aplikasi navigasi membantu menentukan rute sekaligus memantau kondisi jalan.
Google Maps menawarkan rekomendasi rute tercepat, informasi lokasi pom bensin, hingga keterangan ganjil-genap. Pengguna juga dapat mengunduh peta melalui fitur Offline Maps agar navigasi tetap berjalan ketika sinyal lemah di area tertentu.
Waze dikenal berbasis laporan komunitas. Aplikasi ini dapat memberikan pembaruan mengenai kondisi di jalan, seperti kecelakaan, razia, jalan berlubang, hingga kendaraan mogok.
2. Informasi resmi lalu lintas tol dan cuaca
Pemudik juga dapat memantau kondisi jalan tol serta cuaca untuk mengantisipasi gangguan perjalanan.
Travoy, aplikasi resmi Jasa Marga, menyediakan fitur CCTV jalan tol secara langsung, informasi tarif tol terbaru, serta ketersediaan parkir dan fasilitas di sejumlah rest area.
Sementara itu, aplikasi Info BMKG membantu mengecek prakiraan cuaca di sepanjang rute, peringatan dini cuaca ekstrem, serta informasi gelombang laut bagi pemudik yang menggunakan kapal feri.
3. Pemesanan tiket dan akomodasi
Bagi pemudik yang menggunakan transportasi umum atau membutuhkan tempat istirahat, beberapa aplikasi berikut dapat digunakan.
Access by KAI ditujukan bagi pengguna kereta api, mulai dari pemesanan tiket, perubahan jadwal, pemesanan makanan di kereta melalui Railfood, hingga layanan porter.
Ferizy digunakan untuk pembelian tiket penyeberangan ASDP Indonesia Ferry. Dalam informasi yang disampaikan, penjualan tiket tidak lagi dilayani di pelabuhan sehingga pemesanan perlu dilakukan melalui aplikasi dan disarankan jauh-jauh hari.
Selain itu, aplikasi layanan pemesanan perjalanan daring (OTA) seperti Traveloka, Tiket.com, atau Agoda dapat membantu ketika pemudik membutuhkan hotel transit secara mendadak.
4. Dompet digital dan pengecekan saldo e-toll
Salah satu hal yang dapat memicu antrean di gerbang tol adalah saldo uang elektronik yang tidak mencukupi. Untuk mengantisipasi hal itu, pemudik dapat memanfaatkan aplikasi mobile banking seperti Livin’ by Mandiri, myBCA, BRImo, dan lainnya.
Dengan ponsel yang mendukung NFC (Near Field Communication), pengguna dapat mengecek serta mengisi saldo kartu uang elektronik kapan saja.
5. Layanan kesehatan sebagai antisipasi darurat
Dalam perjalanan jauh, layanan kesehatan berbasis aplikasi dapat membantu ketika dibutuhkan konsultasi cepat.
Aplikasi telemedicine seperti Halodoc atau Alodokter memungkinkan pengguna berkonsultasi dengan dokter dan membeli obat ringan yang dapat diantar ke lokasi penginapan transit.
Adapun aplikasi SatuSehat dapat disimpan karena memuat rekam medis digital dan sertifikat vaksinasi yang pada kondisi tertentu masih dibutuhkan.
6. Aplikasi hiburan untuk mengatasi bosan
Untuk mengisi waktu saat perjalanan panjang atau ketika terjebak macet, aplikasi hiburan bisa menjadi pilihan.
Spotify atau YouTube Music dapat digunakan untuk memutar musik maupun podcast. Pengguna disarankan mengunduh daftar putar agar dapat dinikmati secara offline, sekaligus menghemat kuota dan mengantisipasi area tanpa sinyal.
Netflix atau Disney+ Hotstar juga dapat dimanfaatkan dengan mengunduh film atau serial sebelum berangkat, terutama untuk menemani penumpang di kursi belakang.
Persiapan tambahan
Selain menyiapkan aplikasi, pemudik juga perlu memastikan perangkat tetap dapat digunakan selama perjalanan. Perlengkapan seperti kabel pengisi daya mobil, powerbank yang terisi penuh, serta kuota internet yang memadai menjadi bagian dari persiapan agar berbagai layanan di ponsel dapat berjalan saat dibutuhkan.