BERITA TERKINI
Cloudflare Gandeng Wiz untuk Tingkatkan Visibilitas dan Perlindungan Aplikasi AI

Cloudflare Gandeng Wiz untuk Tingkatkan Visibilitas dan Perlindungan Aplikasi AI

Cloudflare mengumumkan kemitraan dengan Wiz untuk membantu tim keamanan menganalisis dan melindungi aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) secara terpadu di berbagai lingkungan infrastruktur organisasi.

Melalui integrasi Cloudflare AI Security for Apps ke dalam Wiz Security Graph, organisasi diklaim dapat memperoleh peta yang lebih menyeluruh atas jejak penggunaan AI mereka, sekaligus perangkat yang dibutuhkan untuk mengamankannya. Integrasi ini ditujukan untuk mengurangi titik buta terkait AI di seluruh infrastruktur dan memungkinkan tim keamanan mempercepat adopsi AI dengan tetap menjaga aspek keamanan.

Cloudflare AI Security for Apps menyediakan pengamanan di tepi jaringan untuk melindungi titik akhir AI dari risiko, termasuk injeksi cepat (prompt injection) dan topik yang tidak aman. Sementara itu, Wiz AI Application Protection Platform (AI-APP) berfokus pada pemetaan aplikasi AI secara menyeluruh serta mengungkap celah keamanan yang ada.

Chief Partner Officer Cloudflare, Tom Evans, menyebut AI sebagai teknologi paling transformatif dalam satu generasi, namun bagi banyak organisasi masih terasa seperti “kotak hitam”. Ia menilai banyak kepala keamanan informasi (CISO) menghadapi tantangan menyeimbangkan dorongan inovasi AI dengan risiko Shadow AI yang tidak terkontrol. Menurutnya, kemitraan ini ditujukan untuk membantu organisasi mempercepat inovasi AI tanpa mengorbankan keamanan data sensitif.

Wakil Presiden Produk, Ekstensibilitas & Kemitraan di Wiz, Oron Noah, mengatakan kolaborasi tersebut memberikan pandangan terpadu mengenai titik akhir aplikasi AI dan konteks risiko, sehingga membantu menghentikan ancaman seperti injeksi cepat dan Shadow AI sejak awal.

Dalam kemitraan ini, pelanggan disebut dapat menemukan Shadow AI, memeriksa lalu lintas AI secara real-time, memetakan alur data sensitif, memverifikasi penerapan perlindungan, serta memprioritaskan perbaikan berdasarkan tingkat risiko tertinggi.