Pemerintah China mempercepat upaya mendorong komersialisasi hasil penelitian ilmiah dengan menjembatani kesenjangan antara laboratorium dan penerapan di sektor industri. Sejumlah reformasi dilakukan agar inovasi tidak berhenti pada tahap riset, melainkan dapat masuk ke pasar dan menciptakan nilai ekonomi.
Sekretaris Jenderal Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi China, Pan Xiaodong, mengatakan pemerintah tengah memperdalam reformasi mekanisme transfer teknologi. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Beijing, Jumat (27/2). Menurutnya, langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat transformasi hasil riset menjadi produk dan solusi industri yang siap digunakan.
Dalam perkembangannya, universitas dan lembaga penelitian di China telah mendirikan lebih dari 1.000 lembaga transfer teknologi. Selain itu, lebih dari 19.000 platform penelitian dan pengembangan (litbang) serta transformasi teknologi dibangun melalui kolaborasi dengan perusahaan.
Kemajuan juga dilaporkan pada pengembangan platform verifikasi konsep dan uji coba skala percontohan. Sebanyak 12 pusat inovasi teknologi nasional telah membangun hampir 70 platform uji coba skala percontohan. Platform tersebut berperan untuk memvalidasi kelayakan teknis dan potensi komersial suatu inovasi sebelum diterapkan lebih luas di industri.
Untuk memperkuat peran perusahaan sebagai motor inovasi, pemerintah China menerapkan langkah-langkah institusional guna membangun dan memperluas perusahaan teknologi unggulan di sektor-sektor strategis. Perusahaan-perusahaan ini didorong untuk meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan.
Dari sisi pembiayaan, dukungan finansial bagi komersialisasi teknologi turut diperkuat. Kementerian disebut bekerja sama dengan People’s Bank of China serta sejumlah lembaga terkait untuk meluncurkan paket kebijakan yang mencakup modal ventura, kredit perbankan, hingga pemanfaatan pasar modal.
Ke depan, pemerintah China menyatakan akan terus berkolaborasi dengan otoritas dan regulator keuangan untuk menghadirkan inovasi layanan pembiayaan berbasis teknologi. Kebijakan ini diharapkan dapat mempercepat terwujudnya kemandirian teknologi tingkat tinggi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di tingkat global.