BERITA TERKINI
CEO Bantu Cari Fokus Perkuat Layanan dan Komunitas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Digital

CEO Bantu Cari Fokus Perkuat Layanan dan Komunitas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Digital

Di tengah kondisi geopolitik global yang belum stabil dan meredupnya era startup bubble, CEO Bantu Cari Muhammad Arbani menyatakan perusahaannya memilih fokus memperkuat kualitas layanan aplikasi sebagai strategi utama untuk menjaga pertumbuhan bisnis.

Arbani mengatakan, strategi tersebut dijalankan dengan tetap mengedepankan pemberdayaan komunitas dan talenta digital lokal, terutama kreator konten skala mikro. Menurutnya, Bantu Cari terus berfokus membangun ekosistem komunitas yang aktif dan produktif, sekaligus melibatkan masyarakat dalam pengembangan platform.

“Strategi Bantu Cari di tengah kondisi geopolitik yang tidak stabil dan berakhirnya era startup bubble ini adalah dengan meningkatkan kualitas layanan dari aplikasi Bantu Cari itu sendiri,” ujar Arbani.

Ia menambahkan, pertumbuhan aplikasi tidak terlepas dari dukungan komunitas. “Kami berfokus kepada komunitas serta memberdayakan talenta-talenta pemasaran, khususnya para pembuat konten (content creator) skala mikro,” katanya.

Selain memperkuat layanan, Bantu Cari juga mempertahankan prinsip utama perusahaan, yakni “saling membantu cari yang hilang”, sebagai nilai dasar dalam pengembangan platform. Arbani menuturkan, perusahaan terus berpartisipasi aktif dalam menggerakkan komunitas karena dukungan mereka dinilai berperan besar dalam perkembangan Bantu Cari.

Arbani optimistis pendekatan sosial yang diusung perusahaannya dapat membantu menghadapi tantangan ekonomi digital saat ini. “Dengan niat sosial ini, Bantu Cari tidak merasa khawatir di tengah keadaan geopolitik yang tidak menentu. Kami yakin dapat terus tumbuh lebih besar lagi,” ujarnya.

Dari sisi bisnis, Arbani menyebut Bantu Cari menerapkan budaya efisiensi yang berbeda dari tren startup pada masa kejayaan industri teknologi beberapa tahun lalu. Ia mengatakan, perusahaan tidak mengikuti gaya penyediaan fasilitas kantor yang dinilai tidak relevan dengan pekerjaan, seperti lapangan futsal, meja pingpong, atau area arcade.

Meski demikian, ia menegaskan perusahaan tetap menjalankan pola kerja yang dinamis dengan mengedepankan kolaborasi bersama individu-individu yang memiliki visi dan misi sejalan. “Meskipun kami adalah sebuah startup, kami tetap bekerja secara dinamis dan efisien,” katanya.

Sebagai informasi, Bantu Cari disebut sebagai platform lost and found pertama di Indonesia yang resmi diluncurkan pada 2026. Aplikasi ini hadir sebagai solusi digital untuk berbagai kasus kehilangan di masyarakat, mulai dari barang pribadi, kendaraan, hewan peliharaan, hingga laporan orang hilang.