Ponsel yang mendadak melambat atau baterai cepat habis meski hanya membuka satu aplikasi kerap disebabkan oleh aplikasi yang masih aktif di latar belakang. Meski tampak sudah ditutup dari layar utama, sebagian aplikasi tetap bekerja untuk memperbarui data, menerima notifikasi, atau menunggu proses berikutnya. Aktivitas ini dapat menguras RAM, CPU, dan koneksi internet sehingga performa perangkat menurun dan daya baterai terkuras tanpa disadari.
Karena itu, memahami cara menonaktifkan atau membatasi aplikasi latar belakang menjadi langkah penting untuk menjaga kinerja perangkat dan memperpanjang daya tahan baterai.
Mengapa aplikasi latar belakang bisa menjadi masalah
Saat pengguna berpindah aplikasi—misalnya dari Instagram ke WhatsApp—Android maupun iOS umumnya menyimpan aplikasi sebelumnya di RAM agar dapat dibuka kembali dengan cepat. Mekanisme ini dirancang untuk membuat pengalaman penggunaan lebih mulus, tetapi dapat memicu masalah ketika terlalu banyak aplikasi tetap aktif bersamaan.
Sejumlah aplikasi dapat terus mengonsumsi sumber daya meski tidak sedang digunakan. Beban pada RAM dan prosesor meningkat karena sistem menjaga aplikasi tetap siap dibuka kapan saja. Jika jumlahnya terlalu banyak, perangkat dapat terasa berat, respons melambat, dan konsumsi daya meningkat.
Dalam beberapa pengujian oleh media teknologi internasional, aplikasi media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram disebut termasuk yang paling banyak menyedot sumber daya di latar belakang, terutama baterai dan data internet. Notifikasi yang aktif juga berperan besar karena banyak aplikasi mengaktifkan push notification secara default, sehingga memerlukan koneksi internet dan proses latar belakang yang berjalan terus-menerus.
Cara melihat aplikasi yang berjalan di latar belakang
Sebelum menghentikan aplikasi, pengguna perlu mengetahui aplikasi mana yang aktif di latar belakang. Setiap sistem operasi menyediakan cara berbeda untuk menampilkannya.
Android melalui Opsi Pengembang
Untuk melihat layanan yang sedang berjalan, pengguna dapat mengaktifkan Opsi Pengembang terlebih dahulu:
1) Buka Pengaturan.
2) Pilih Tentang Ponsel.
3) Ketuk nomor build beberapa kali hingga muncul notifikasi bahwa Opsi Pengembang aktif.
4) Gulir ke bawah dan pilih Layanan Berjalan.
5) Sistem akan menampilkan daftar aplikasi yang berjalan di latar belakang sekaligus informasi penggunaan RAM, termasuk aplikasi sistem, aplikasi terpasang, dan sisa RAM.
Android melalui menu Aplikasi
Alternatif lain adalah melalui menu pengelolaan aplikasi:
1) Buka Pengaturan.
2) Pilih Aplikasi.
3) Ketuk Info aplikasi atau Kelola aplikasi untuk melihat daftar aplikasi yang terpasang.
4) Cari opsi seperti Aplikasi yang berjalan atau Aplikasi latar belakang untuk melihat aplikasi yang aktif.
Dengan mengetahui aplikasi mana yang berjalan, pengguna dapat menentukan aplikasi yang perlu dibatasi atau dihentikan demi kinerja yang lebih stabil.
Cara menonaktifkan aplikasi latar belakang di Android
Android menyediakan beberapa metode untuk menghentikan atau membatasi aplikasi agar tidak terus aktif di latar belakang.
1) Menutup aplikasi lewat menu Overview/Recent Apps
Pengguna dapat membuka menu Overview (aplikasi terbaru) dengan menggeser layar ke atas dari bagian bawah. Pilih aplikasi yang ingin ditutup, lalu geser aplikasi ke atas untuk menutupnya. Beberapa perangkat juga menyediakan opsi untuk menutup semua aplikasi sekaligus.
2) Paksa berhenti (Force Stop)
Jika ingin menghentikan aplikasi tertentu dengan lebih tegas, pengguna dapat melakukan Paksa berhenti:
1) Buka Pengaturan > Aplikasi.
2) Cari aplikasi yang ingin dihentikan.
3) Pilih Paksa berhenti, lalu konfirmasi dengan menekan OK.
Namun, metode ini tidak selalu permanen karena beberapa aplikasi dapat berjalan kembali secara otomatis.
3) Batasi penggunaan baterai per aplikasi
Pengguna juga dapat mencegah aplikasi berjalan di latar belakang dengan membatasi penggunaan baterai:
1) Buka Pengaturan > Aplikasi.
2) Pilih aplikasi yang ingin dibatasi.
3) Masuk ke opsi Baterai pada bagian penggunaan.
4) Pilih opsi Dibatasi.
Perlu diperhatikan, pembatasan ini dapat menyebabkan notifikasi terlambat atau tidak muncul. Karena itu, sebaiknya diterapkan pada aplikasi yang tidak memerlukan pembaruan cepat.
4) Aktifkan Baterai Adaptif
Android juga memiliki fitur Baterai Adaptif yang mempelajari pola penggunaan dan membatasi aktivitas latar belakang untuk aplikasi yang jarang dipakai:
1) Buka Pengaturan > Baterai.
2) Ketuk Batas penggunaan latar belakang.
3) Ketuk menu tiga titik di pojok kanan atas, lalu pilih Baterai adaptif.
4) Aktifkan sakelar Baterai Adaptif.
Cara menonaktifkan aplikasi latar belakang di iPhone
Di iOS, pengaturan utama yang berkaitan dengan aktivitas latar belakang adalah Background App Refresh, yang mengatur apakah aplikasi boleh memperbarui konten saat tidak dibuka.
1) Nonaktifkan Background App Refresh
Pengguna dapat menonaktifkannya sepenuhnya atau memilih aplikasi tertentu:
1) Buka Settings.
2) Pilih General.
3) Ketuk Background App Refresh.
4) Pilih untuk mematikan fitur atau mengatur per aplikasi.
Fitur ini membantu mengurangi pembaruan konten saat aplikasi tidak digunakan, sehingga baterai lebih hemat dan beban sistem berkurang.
2) Nonaktifkan aplikasi yang tidak diperlukan
Jika tetap ingin sebagian aplikasi berjalan di latar belakang, pengguna dapat mematikan aplikasi yang jarang dipakai melalui menu yang sama dengan menggeser tombol aplikasi ke posisi Off.
3) Gunakan Low Power Mode
Selain pengaturan penyegaran aplikasi, iPhone menyediakan Low Power Mode:
1) Buka Settings.
2) Pilih Battery.
3) Aktifkan Low Power Mode.
Saat aktif, iOS akan mengurangi kecerahan layar, menonaktifkan pembaruan otomatis, dan membatasi proses latar belakang. Dalam penjelasan di support.apple.com, Background App Refresh dirancang untuk menyeimbangkan pengalaman penggunaan dan efisiensi baterai, sehingga pengguna dapat menyesuaikan sesuai kebutuhan.
Cara menonaktifkan aplikasi latar belakang di Windows
Pengelolaan aplikasi latar belakang juga relevan di komputer Windows, khususnya untuk menjaga performa dan menghemat baterai pada laptop.
Windows 11
1) Pilih Mulai > Pengaturan > Aplikasi > Aplikasi terinstal.
2) Pilih aplikasi yang ingin diatur, lalu klik Opsi lainnya di tepi kanan jendela dan pilih Opsi tingkat lanjut.
3) Pada bagian Izin aplikasi latar belakang, di bawah Izinkan aplikasi ini berjalan di latar belakang, pilih opsi sesuai kebutuhan.
Windows 10
1) Pilih Mulai > Pengaturan > Privasi > Aplikasi latar belakang.
2) Pada bagian Aplikasi Latar Belakang, atur Izinkan aplikasi berjalan di latar belakang sesuai kebutuhan.
3) Di bagian Pilih aplikasi mana yang dapat dijalankan di latar belakang, aktifkan atau nonaktifkan aplikasi dan layanan tertentu.
Menurut dokumentasi support.microsoft.com, aplikasi desktop yang diunduh dari internet atau media fisik tidak muncul dalam daftar pengaturan aplikasi latar belakang dan perlu dikelola melalui pengaturan di aplikasi tersebut.
Tips tambahan untuk menjaga performa perangkat
Selain menonaktifkan aplikasi latar belakang, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu perangkat tetap optimal:
1) Tutup aplikasi berat setelah digunakan
Aplikasi seperti game, kamera, atau media sosial berbasis video dapat tetap menguras daya meski sudah ditinggalkan. Menutupnya setelah digunakan membantu menghemat baterai dan menurunkan suhu perangkat.
2) Hindari multitasking berlebihan
Terlalu sering berpindah aplikasi membuat RAM dan CPU bekerja lebih keras, meningkatkan konsumsi daya dan suhu perangkat. Menutup aplikasi yang tidak diperlukan dapat membuat performa lebih stabil.
3) Manfaatkan mode hemat daya bawaan
Android dan iPhone menyediakan mode hemat daya yang membatasi aktivitas sistem, menurunkan kecerahan layar, dan mengurangi proses sinkronisasi. Mode ini dapat digunakan saat baterai menipis atau ketika sulit mengisi daya.
4) Rutin restart perangkat
Restart berkala membantu menutup proses yang berjalan di latar belakang dan membersihkan memori sementara, sehingga performa perangkat bisa kembali lebih ringan.
Hal yang perlu diperhatikan
Menghentikan aplikasi latar belakang umumnya membuat perangkat lebih responsif dan baterai lebih awet. Namun, ada konsekuensi yang perlu dipahami: notifikasi bisa tertunda dan aplikasi yang membutuhkan sinkronisasi berkelanjutan dapat tidak bekerja optimal sampai dibuka kembali. Karena itu, aplikasi komunikasi dan layanan penting seperti WhatsApp, Gmail, atau aplikasi sistem sebaiknya tidak dibatasi sembarangan.