Gim daring semakin lekat dengan keseharian anak-anak, termasuk Roblox, platform populer yang memungkinkan pemain membuat dan menjelajahi berbagai dunia virtual. Daya tariknya membuat sebagian anak bisa menghabiskan waktu bermain dari pagi hingga malam jika tidak diawasi.
Roblox juga mulai dikenal anak usia batita hingga balita, salah satunya karena paparan konten di YouTube atau YouTube Kids. Bagi orang tua yang bekerja atau menitipkan anak kepada pengasuh, mengontrol waktu bermain kerap menjadi tantangan. Screen time berlebihan disebut dapat berdampak pada perkembangan kognitif, pola tidur, serta kemampuan sosial anak.
Karena itu, orang tua dapat membatasi akses gim secara teknis agar anak hanya bisa bermain pada waktu tertentu yang telah disepakati.
1. Memblokir Roblox melalui router WiFi rumah
Pembatasan yang dinilai paling menyeluruh dapat dilakukan lewat pengaturan router internet rumah karena berlaku untuk semua perangkat yang terhubung ke jaringan WiFi. Banyak router modern menyediakan fitur Parental Control atau Access Control untuk memblokir domain tertentu seperti roblox.com atau mengatur jadwal akses internet.
Orang tua, misalnya, dapat mengatur internet mati otomatis pada pukul 18.00 hingga 07.00. Dengan pengaturan ini, anak tetap tidak bisa terhubung ke peladen (server) Roblox meski mencoba membukanya melalui ponsel atau tablet.
Jika router tidak memiliki fitur bawaan, orang tua dapat mempertimbangkan DNS filter seperti OpenDNS atau NextDNS untuk memfilter akses gim di seluruh jaringan rumah.
2. Membatasi waktu bermain dari smartphone atau tablet
Pembatasan juga bisa dilakukan langsung dari perangkat yang digunakan anak. Pada Android, orang tua dapat memanfaatkan Google Family Link atau Digital Wellbeing untuk membatasi durasi penggunaan aplikasi tertentu. Roblox dapat dikunci otomatis setelah batas harian, misalnya 1–2 jam, tercapai.
Untuk pengguna iPhone atau iPad, fitur Screen Time di iOS menyediakan kendali serupa. Melalui menu App Limits, Roblox dapat dimasukkan ke daftar aplikasi dengan batas waktu khusus. Setelah durasi habis, aplikasi akan terkunci dan hanya bisa dibuka kembali menggunakan kode sandi yang dipegang orang tua.
3. Mengontrol konten YouTube yang memicu keinginan bermain
Minat anak bermain Roblox kerap meningkat setelah menonton konten kreator di YouTube. Untuk mengurangi pemicu tersebut, orang tua dapat mengaktifkan Mode Restricted atau menggunakan profil khusus di YouTube Kids, termasuk memblokir kanal yang terlalu sering menampilkan konten gim.
Pengurangan paparan visual yang konstan dinilai dapat membantu menekan keinginan anak untuk terus bermain secara bertahap. Orang tua juga disarankan mendampingi anak saat menonton konten digital agar sesuai dengan usia.
4. Menjaga konsistensi aturan dan menyediakan alternatif aktivitas
Teknologi dapat menjadi alat bantu, namun pengawasan tetap memerlukan konsistensi aturan di rumah. Orang tua dapat menetapkan jadwal yang jelas, misalnya Roblox hanya boleh dimainkan setelah tugas sekolah selesai atau hanya pada hari libur.
Selain itu, alternatif kegiatan di luar gim dapat membantu mengurangi ketergantungan, seperti bermain di taman, menggambar, membaca buku cerita, atau bermain bersama teman sebaya. Aktivitas semacam ini dinilai penting untuk perkembangan motorik dan kreativitas anak.