Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosep Falentinus Delasalle Kebo meminta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) TTU mengembangkan aplikasi yang memudahkan penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal secara daring.
Permintaan itu disampaikan Bupati Yosep saat diwawancarai RRI usai peluncuran NTT Mart di gedung Dekranasda pada Jumat, 23 Januari 2026. Melalui aplikasi tersebut, pembeli diharapkan dapat mengakses produk UMKM dari mana saja tanpa harus datang langsung ke NTT Mart.
Menurut Yosep, terdapat sejumlah infrastruktur di Dekranasda TTU yang perlu dipenuhi agar NTT Mart dapat berjalan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya digitalisasi sebagai kebutuhan utama, sehingga pembeli oleh-oleh khas TTU tidak perlu repot mendatangi NTT Mart.
Selain itu, Yosep mengajak masyarakat TTU untuk lebih dahulu mencintai produk lokal. Ia menilai, jika masyarakat TTU mampu memperkenalkan dan mengangkat produk daerahnya, maka produk lokal akan lebih mudah dikenal oleh masyarakat di luar TTU.
Yosep juga menyampaikan bahwa kehadiran NTT Mart TTU ditujukan untuk menampung dan memasarkan produk lokal. Ia menilai fasilitas tersebut dapat membantu pelaku UMKM yang sebelumnya kesulitan mencari pasar, sekaligus mendukung keberlanjutan produksi dan pemasaran dalam jangka panjang.