Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar pelatihan wirausaha bagi pemuda pemula untuk mendorong lahirnya pelaku usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi kreatif daerah. Kegiatan ini dibuka oleh Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias di Monopoli Hotel, Kamis, 16 April 2026.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Bukittinggi, Nenta Oktavia, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program unggulan 1000 startup gemilang dan program PKL naik kelas. Ia menilai pelatihan ini perlu dimanfaatkan secara optimal oleh generasi muda untuk membangun pengetahuan, keterampilan, serta pola pikir kewirausahaan.
“Kegiatan ini diharapkan mampu membekali para entrepreneur pemula dengan pengetahuan, keterampilan, serta mindset kewirausahaan,” ujar Nenta.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari itu diikuti 50 peserta dari tiga kecamatan di Kota Bukittinggi, yakni Mandiangin Koto Selayan, Guguak Panjang, dan Aur Birugo Tigo Baleh. Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber, antara lain entrepreneur sekaligus Anggota DPRD Bukittinggi Andi Putra, akademisi M. Nazif, serta perwakilan dari BPRS Jam Gadang.
Wali Kota Ramlan Nurmatias menegaskan pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan di kalangan pemuda. Menurutnya, penguasaan keterampilan dasar bisnis dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi menjadi kunci untuk bersaing di era digital.
“Kami ingin anak muda Bukittinggi ini berpikir untuk terjun ke dunia bisnis, berusaha dan berwirausaha. Bisnis saat ini sudah sangat bergantung pada dunia digital,” kata Ramlan.