Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyiapkan ekosistem riset dan inovasi jangka panjang untuk menampung lulusan Sekolah Garuda serta sekolah-sekolah unggul lainnya.
Rencana itu disampaikan Kepala BRIN Arif Satria setelah melaporkan program lembaganya kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/11).
Arif mengatakan BRIN memproyeksikan lulusan Sekolah Garuda dan sekolah unggulan yang melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya pada bidang Sains, Teknologi, Engineering, dan Matematika (STEM), dapat bergabung dengan BRIN setelah kembali ke Indonesia.
Untuk mendukung hal tersebut, BRIN mulai menyiapkan peralatan riset yang lebih canggih serta ekosistem kerja yang kondusif agar para lulusan memiliki ruang untuk berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan inovasi.
Dalam kesempatan yang sama, Arif menyampaikan bahwa ia telah berdiskusi dengan pejabat eselon 1 dan eselon 2 terkait berbagai persoalan kelembagaan. Ia juga melakukan kunjungan ke sejumlah fasilitas BRIN, termasuk pusat perkapalan di Surabaya, fasilitas riset di Cibinong dan Serpong, serta fasilitas antariksa di Pontianak.
Menurut Arif, konsolidasi internal dilakukan melalui penataan kembali penempatan peneliti, pengkajian sistem insentif, serta optimalisasi aset riset yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. BRIN juga mulai mengidentifikasi fasilitas yang tidak aktif untuk kemudian diberdayakan dan direvitalisasi.
Arif menambahkan, Presiden memberikan dukungan terhadap upaya perbaikan peralatan riset strategis di BRIN sebagai bagian dari peningkatan kapasitas lembaga dalam menghasilkan produk riset dan inovasi.