BERITA TERKINI
BRIN Siap Intervensi Daerah Berdaya Saing Rendah Lewat Rumah Inovasi Daerah

BRIN Siap Intervensi Daerah Berdaya Saing Rendah Lewat Rumah Inovasi Daerah

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan akan segera melakukan intervensi terhadap daerah yang memiliki nilai Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) rendah melalui pembentukan Rumah Inovasi Daerah (RID). Program ini dirancang untuk memperkuat ekosistem inovasi di tingkat daerah agar memberi dampak pada kemajuan ekonomi.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan BRIN dalam waktu dekat akan meluncurkan Rumah Inovasi Indonesia (RII) di Jakarta. Setelah peluncuran tersebut, ekosistem inovasi nasional itu akan diturunkan ke level daerah melalui pembentukan RID.

Arif menegaskan BRIN melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) siap membantu pemerintah daerah dalam menangani berbagai persoalan yang berkaitan dengan inovasi daerah. Ia menyebut RID akan menjadi salah satu pilar penting untuk mendorong tumbuhnya inovasi yang berdampak.

Menurut Arif, sejumlah pimpinan daerah telah menghubungi BRIN dan menyatakan kesiapan untuk membuka RID di wilayahnya pada tahun ini. Ia menilai hal tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran daerah terhadap pentingnya riset dan inovasi.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menekankan riset, inovasi, dan kolaborasi sebagai kunci menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyatakan pembangunan daerah perlu berbasis riset dan kolaborasi, serta tidak semata didorong kepentingan ekonomi maupun politik.

Bima Arya juga menyampaikan dukungan terhadap inisiatif BRIN agar daerah menjadikan indeks inovasi dan indeks daya saing sebagai perhatian serius dalam mengejar target kemajuan. Ia mengatakan Kementerian Dalam Negeri siap memfokuskan sejumlah proyek percontohan di beberapa daerah—baik provinsi, kota, maupun kabupaten—untuk disupervisi bersama dan diperkuat dalam membangun ekosistem inovasinya.