BERITA TERKINI
BRIN Kembangkan Radar Bawah Tanah dan Sistem Peringatan Dini untuk Perkuat Penanganan Bencana

BRIN Kembangkan Radar Bawah Tanah dan Sistem Peringatan Dini untuk Perkuat Penanganan Bencana

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat dukungan teknologi kebencanaan melalui pemanfaatan radar bawah tanah atau Ground Penetration Radar (GPR) untuk membantu proses evakuasi serta pemetaan wilayah rawan bencana.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, selain menyiapkan riset sistem peringatan dini (early warning system/EWS) untuk banjir dan erosi, BRIN juga mengembangkan dan mengerahkan teknologi radar yang mampu mendeteksi objek hingga kedalaman 100 meter di bawah permukaan tanah.

“Sekarang (yang) sedang kita siapkan adalah riset tentang bagaimana early warning system untuk banjir dan erosi,” kata Arif.

Menurutnya, penguatan teknologi menjadi kunci agar penanganan bencana tidak lagi bersifat reaktif semata. Ia menilai, selama ini banjir dan erosi kerap datang tanpa terdeteksi lebih awal sehingga diperlukan sistem peringatan dini untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Jadi selama ini banjir dan erosi kita tidak tahu tiba-tiba datang, dan ke depan kita bisa ada early warning system ya,” ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Dalam konteks evakuasi, GPR dinilai penting untuk mendukung pencarian korban yang tertimbun serta memetakan kondisi tanah, terutama di wilayah yang rawan longsor. BRIN juga disebut telah mengirimkan mesin Arsinum (Air Siap Minum) untuk membantu masyarakat memperoleh akses air layak minum pascabencana.

Arif menyampaikan harapannya agar pengembangan EWS untuk banjir dan erosi dapat terwujud pada akhir 2026. “Moga-moga di akhir 2026 kita sudah bisa memiliki teknologi early warning system untuk banjir dan erosi,” kata Arif.