BERITA TERKINI
BRIDA NTB dan LPPM UNDIKMA Bahas Kemitraan Riset untuk Dukung Pembangunan Daerah

BRIDA NTB dan LPPM UNDIKMA Bahas Kemitraan Riset untuk Dukung Pembangunan Daerah

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperluas jejaring kolaborasi dengan menggandeng kalangan akademisi. Upaya ini ditandai melalui audiensi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA) Mataram yang diterima di Aula Kantor BRIDA NTB, Senin (9/3/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang penyatuan arah riset agar tidak berhenti pada publikasi akademik, melainkan dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret bagi pembangunan daerah.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, menyampaikan bahwa peran utama BRIDA adalah menjembatani inovasi dengan kebijakan publik melalui pendekatan science-to-policy. Ia menekankan riset yang dihasilkan harus mampu menjadi instrumen penyelesaian masalah sekaligus strategi mengoptimalkan potensi lokal.

Dalam kesempatan itu, Aryadi memaparkan sejumlah proyek yang tengah dikawal BRIDA. Di antaranya riset pengolahan limbah air lindi menjadi energi yang saat ini melaju ke kompetisi internasional sebagai bagian dari upaya penurunan emisi karbon. BRIDA juga mengembangkan varietas kurma dari Kabupaten Lombok Utara untuk direplikasi ke kabupaten/kota lain di NTB.

“Kami ingin riset di NTB menjadi percontohan nasional. Riset harus punya nilai guna, baik untuk lingkungan maupun peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Aryadi.

Sementara itu, Ketua LPPM UNDIKMA, Akhmad Sukri, menjelaskan audiensi tersebut merupakan langkah implementasi inisiatif “Kampus Berdampak” yang dicanangkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Menurutnya, konsep ini mendorong perguruan tinggi lebih aktif menghadirkan solusi terhadap persoalan sosial, ekonomi, hingga tantangan lingkungan.

“Tujuan utama kami adalah membangun kemitraan yang solid dengan BRIDA NTB. Kami ingin kontribusi dosen dan mahasiswa UNDIKMA dalam bidang riset dan pengabdian masyarakat selaras dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi NTB,” kata Sukri. Ia juga berharap rencana kerja sama dapat segera diformalkan melalui dokumen kesepahaman atau MoU.

Menanggapi hal itu, BRIDA NTB menyatakan menyambut positif draf kerja sama yang ditawarkan. Secara teknis, BRIDA akan berperan sebagai fasilitator regulasi dan penyedia data lapangan, sedangkan perguruan tinggi diharapkan menjadi penggerak riset berbasis keilmuan.

Kedua pihak menutup pertemuan dengan komitmen menyusun rencana aksi yang lebih rinci untuk mendukung implementasi kerja sama pada tahun berjalan. Sinergi ini diharapkan mempercepat hilirisasi riset di NTB sehingga manfaat temuan ilmiah dapat segera dirasakan masyarakat.