JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan kunjungan dan audiensi ke kantor Pusat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta, Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini dilakukan untuk mematangkan persiapan Program Sayembara Riset NTB 2026.
BRIDA NTB menargetkan sayembara tersebut memiliki standar nasional, baik dari sisi metodologi maupun regulasi. Program ini diproyeksikan sebagai wadah bagi generasi muda, termasuk akademisi dan peneliti muda lokal, untuk menyumbangkan gagasan melalui riset.
Fokus riset diarahkan pada upaya menggali dan mengoptimalkan potensi lokal NTB melalui kajian yang aplikatif. Hasil riset terbaik direncanakan dikonversi menjadi rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah, terutama untuk mendukung pembangunan sektor-sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan energi terbarukan.
Dalam pertemuan tersebut, perwakilan tim BRIDA menyampaikan harapan agar hasil riset tidak berhenti sebagai dokumen akademik, melainkan dapat menjadi rujukan konkret bagi arah pembangunan NTB.
Selain membahas aspek teknis sayembara, BRIDA dan BRIN juga mendiskusikan sejumlah rencana kolaborasi untuk 2026. Salah satunya percepatan program 100 startup berbasis riset yang direncanakan diluncurkan pada Agustus 2026, dengan tujuan menyediakan pendanaan dan pendampingan bagi wirausaha muda berbasis inovasi teknologi.
Poin lainnya adalah adopsi mekanisme BRIN, di mana BRIDA NTB memperoleh wawasan mengenai mekanisme kompetisi dan regulasi yang telah diterapkan secara nasional untuk kemudian diadaptasi di tingkat provinsi. BRIDA dan BRIN juga membahas pengembangan Rumah Inovasi Daerah yang direncanakan menjadi pusat bagi inovator lokal di NTB dan diharapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi provinsi lain.
Kunjungan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi NTB untuk menempatkan riset dan inovasi sebagai penggerak ekonomi daerah. Dengan dukungan BRIN, BRIDA NTB menilai langkah tersebut dapat memperkuat iklim riset yang inklusif dan berdampak bagi masyarakat.