BERITA TERKINI
Bos Samsung: Galaxy S25 FE Jadi “Gerbang” untuk Memperluas Akses Galaxy AI

Bos Samsung: Galaxy S25 FE Jadi “Gerbang” untuk Memperluas Akses Galaxy AI

Samsung memosisikan Galaxy S25 Fan Edition (FE) bukan sekadar sebagai opsi flagship dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga sebagai perangkat yang membawa misi memperluas akses kecerdasan buatan (AI) ke lebih banyak pengguna. Presiden sekaligus CEO Samsung Southeast Asia and Oceania (SEAO), CU Kim, menyebut Galaxy S25 FE sebagai “gerbang” menuju pengalaman Galaxy AI.

Pernyataan itu disampaikan Kim dalam wawancara eksklusif, Jumat (26/9/2025). Menurutnya, Galaxy S25 FE dirancang untuk menghadirkan pengalaman smartphone premium dengan harga yang lebih terjangkau, sekaligus membawa fitur-fitur setara flagship, termasuk pengalaman Galaxy AI terbaru.

Kim mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari tujuan yang lebih luas, yakni mendemokratisasi AI. Ia menyebut hingga tahun lalu Galaxy AI telah hadir di lebih dari 200 juta perangkat, dan Samsung menargetkan jangkauan tersebut melampaui 400 juta perangkat pada akhir 2025.

Samsung juga menilai adopsi AI mobile di Indonesia berkembang cepat. Kim menyebut Indonesia menjadi salah satu pasar di wilayah Asia Tenggara-Oseania (SEAO) yang paling siap menyambut transformasi AI. Berdasarkan data yang disampaikan Kim, 77 persen pengguna Samsung di kawasan SEAO sudah menggunakan Galaxy AI, sementara di Indonesia angkanya mencapai 78 persen.

Menurut Kim, angka tersebut menunjukkan kesiapan konsumen untuk menjelajahi pengalaman AI yang lebih personal. Karena itu, Galaxy S25 FE dihadirkan sebagai perangkat yang memungkinkan lebih banyak orang mengakses teknologi yang sebelumnya identik dengan ponsel kelas atas.

Sejalan dengan misi tersebut, Samsung membawa seluruh fitur Galaxy AI yang ada di seri Galaxy S25 ke Galaxy S25 FE. Salah satu fitur yang disorot adalah Generative Edit, yang memungkinkan pengguna menghapus objek yang tidak diinginkan dari foto dengan hasil rapi hanya dalam sekali sentuhan. Kim mengaku fitur ini menjadi favoritnya dan sering ia gunakan.

Selain Generative Edit, Galaxy S25 FE juga dibekali Circle to Search, fitur kolaborasi dengan Google untuk pencarian visual langsung dari layar tanpa perlu berpindah aplikasi. Ada pula Audio Eraser, fitur AI yang dapat meredam kebisingan dalam video, termasuk suara musik, suara manusia, suara alam, keramaian, dan angin.

Samsung turut menambahkan fitur lain untuk mendukung penggunaan harian. Di antaranya Gemini/Gemini Live sebagai agen multimodal yang dapat memahami suara, teks, dan visual sekaligus. Perangkat ini juga membawa Now Bar untuk menampilkan informasi penting di layar kunci serta Now Brief yang menyajikan informasi harian yang dipersonalisasi, seperti jadwal, cuaca, dan pengingat, berdasarkan aktivitas serta data pengguna di perangkat.

Semua fitur tersebut berjalan di antarmuka OneUI terbaru berbasis Android 16 yang terpasang secara bawaan. Galaxy S25 FE juga disebut menjadi perangkat Galaxy S-series pertama yang mendapatkan OneUI 8. Saat rilis global pada 4 September, seri Galaxy S25 disebut belum menerima pembaruan OneUI 8 berbasis Android 16 melalui OTA.

Di luar aspek AI, Galaxy S25 FE membawa peningkatan dari sisi perangkat keras dibanding pendahulunya, Galaxy S24 FE. Ponsel ini menggunakan chipset Exynos 2400, dipadukan dengan RAM 8 GB dan opsi penyimpanan hingga 256 GB. Kapasitas baterai meningkat menjadi 4.900 mAh dari 4.700 mAh, serta dukungan pengisian cepat 45W dari sebelumnya 25W. Samsung menyebut kombinasi ini membuat Galaxy S25 FE sejajar dengan Galaxy S25 Ultra dalam hal kecepatan pengisian daya.

Untuk menjaga stabilitas performa, perangkat ini dilengkapi sistem pendingin vapor chamber yang 10 persen lebih besar. Layarnya menggunakan panel Dynamic AMOLED 2X 6,7 inci dengan resolusi Full HD Plus, refresh rate adaptif 120 Hz, dan tingkat kecerahan puncak 1.900 nits.

Dari sisi desain, bodinya dibuat lebih tipis dan ringan dengan ketebalan 7,4 mm serta bobot 190 gram. Material yang digunakan mencakup Armor Aluminum dan perlindungan Gorilla Glass Victus Plus.

Di sektor kamera, Galaxy S25 FE mempertahankan konfigurasi tiga kamera belakang: kamera utama 50 MP dengan OIS, ultrawide 12 MP, dan telefoto 8 MP dengan 3x optical zoom. Kamera depan ditingkatkan menjadi 12 MP, setara dengan Galaxy S25 dan S25 Plus. Perekaman video mendukung hingga 8K, dilengkapi ProVisual Engine terbaru untuk peningkatan kualitas foto malam (Nightography), video Super HDR, dan fitur low noise untuk kondisi minim cahaya.

Galaxy S25 FE tersedia dalam empat pilihan warna: Icy Blue, Jet Black, Navy, dan White. Di Indonesia, harganya dipatok Rp 9.999.000 untuk varian 8/128 GB dan Rp 10.999.000 untuk varian 8/256 GB.

Samsung juga menggelar promo pembelian mulai 26 September 2025 dengan total benefit yang disebut mencapai Rp 2,7 juta. Rinciannya meliputi free memory upgrade dari 8/128 GB menjadi 8/256 GB, clear case gratis khusus pembelian di samsung.com, Galaxy Fit3 gratis untuk pembelian offline, cashback bank hingga Rp 750.000, serta diskon 20 persen untuk pembelian Galaxy Buds3 FE.