Bluebird Group, Rekosistem, dan BCA Digital meresmikan #bluBuatBaik Waste Station terbaru di Pool Bluebird Group Jimbaran, Bali. Fasilitas ini menghadirkan titik drop-off sampah terpilah yang disertai insentif digital dan ditujukan agar lebih mudah diakses masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor ini memadukan dukungan mobilitas, pengelolaan sampah profesional, serta insentif dari layanan perbankan digital. Dalam skema tersebut, Bluebird Group menyediakan lokasi strategis untuk mendorong partisipasi publik, Rekosistem menangani proses pengolahan sampah secara terukur hingga tahap akhir, sementara BCA Digital memberikan insentif saldo digital blu melalui konversi Rekopoin untuk setiap sampah terpilah yang disetorkan.
Head of Corporate Communications BCA Digital, Nariswari Yudianti, mengatakan pemanfaatan teknologi finansial ditujukan untuk memperkuat motivasi masyarakat membangun kebiasaan memilah sampah. Menurutnya, pendekatan ini membuat proses lebih mudah dan transparan, sekaligus mendorong partisipasi karena manfaatnya dapat dirasakan langsung pengguna.
“Sebagai impact-oriented technology company, kami ingin memastikan kehadiran kami membawa dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan. Salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan mendorong perkembangan ekonomi sirkular di Indonesia. Karena itu, kami memulai langkah konkret dengan menghadirkan #bluBuatBaik waste station bersama para mitra. Selain itu, kami juga memanfaatkan platform blu by BCA Digital untuk memberikan insentif berupa saldo bluAccount dari konversi Rekopoin, sehingga partisipasi masyarakat dapat berjalan lebih mudah dan terasa manfaatnya secara langsung,” kata Nariswari di Badung, Rabu (17/12).
Nariswari menambahkan, inisiatif tersebut juga sejalan dengan fokus regulator, khususnya OJK, yang memperkuat implementasi ESG di sektor keuangan. Ia menyebut langkah yang diambil menjadi bagian dari agenda nasional untuk mendorong praktik keberlanjutan.
Peresmian di Jimbaran ini menjadi #bluBuatBaik waste station kedelapan yang dihadirkan BCA Digital bersama Rekosistem. Sebelumnya, tujuh titik telah beroperasi di Jakarta, Tangerang, Bandung, dan Surabaya, dengan tingkat keterlibatan publik yang disebut konsisten. Secara kumulatif, ekosistem Rekosistem x BCA Digital telah mengumpulkan 163.595,12 kilogram sampah dan menekan 154.638,6 kilogram emisi CO₂, dengan dominasi sampah kertas, kardus, dan plastik. Hingga kini, lebih dari 2.774 individu tercatat sebagai pengguna aktif.
Kolaborasi dengan Bluebird Group dan Rekosistem dinilai memperkuat pelaksanaan program. Bluebird disebut berperan menghadirkan logistik ramah lingkungan, sedangkan Rekosistem memastikan pengelolaan sampah dari titik pengumpulan hingga daur ulang berlangsung secara terukur.
“Kolaborasi ini membuktikan bahwa ketika digital banking, mobilitas, dan greentech saling terhubung, kita dapat memperkuat circular economy dari hulu ke hilir dan mendorong dampak lingkungan yang lebih berkelanjutan,” ujar Nariswari.
Di sisi lain, persoalan sampah di Indonesia masih kompleks. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024, timbulan sampah mencapai lebih dari 37 juta ton per tahun, namun baru 33% yang berhasil dikelola. Di Bali, timbulan sampah tahun 2024 mencapai 1,2 juta ton, dengan Kota Denpasar sebagai penyumbang terbesar. Kondisi ini menegaskan urgensi kolaborasi lintas sektor untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.
General Manager Bluebird Group Bali dan Lombok, Panca Wiadnyana, menyatakan unit operasional Bluebird di Bali menjadikan keberlanjutan sebagai fondasi kerja, termasuk pengoperasian kendaraan listrik, penyediaan fasilitas pengisian daya, pemanfaatan panel surya, dan kebijakan pengurangan plastik sekali pakai.
“Sebagai unit operasional, Bluebird Group Bali menjadikan keberlanjutan sebagai fondasi kerja kami. Kami telah mengoperasikan lebih dari 50 kendaraan listrik, menyediakan EV charging station, memanfaatkan solar panel untuk efisiensi energi, serta menerapkan kebijakan zero single-use plastic. Karena itu, kehadiran #bluBuatBaik Waste Station Bali sangat selaras dengan perjalanan kami dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan mudah diakses masyarakat,” ujar Panca.
Sebagai mitra pengelola, Rekosistem menegaskan setiap limbah yang disetor masyarakat diproses hingga tuntas melalui sistem pelacakan dan pemrosesan terintegrasi. Senior VP of Business Growth & Partnership Rekosistem, Angga Adhitya Fritz Aradhana, menyebut model kolaboratif diperlukan agar ekonomi sirkular berjalan, dengan peran masing-masing pihak yang saling melengkapi.
“Model kolaboratif seperti ini menunjukkan bahwa ekonomi sirkular hanya bisa berjalan jika setiap pihak membawa perannya masing-masing. Kemitraan ini menjadi langkah penting untuk menumbuhkan kebiasaan #PilahKemasSetor secara konsisten. Kami bangga menjadi bagian dari inisiatif yang bertujuan meningkatkan tingkat pemulihan sampah, terutama untuk material anorganik yang menjadi fokus pengolahan program kolaborasi ini,” kata Angga.
Program ini juga melibatkan unsur kreativitas lokal melalui kehadiran seniman Bali, Monez, yang membuat mural bergaya pop-art bertema karakter berbusana adat Bali dalam suasana tropis. Sentuhan ini diharapkan membantu mengubah stigma daur ulang dari aktivitas yang kerap dianggap kotor menjadi bagian dari gaya hidup modern.
“Dengan layanan transportasi yang semakin bersih, pemrosesan sampah yang terukur, infrastruktur dan insentif digital yang relevan, serta pendekatan kreatif yang melibatkan kesenian lokal, model kolaboratif ini kami harapkan dapat terus dijalankan secara berkelanjutan dan memiliki potensi untuk diperluas ke titik-titik lain di Indonesia. Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen kami dalam mendorong masa depan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tutup Nariswari.