PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatat perubahan signifikan dalam pola pemesanan layanan, di tengah dominasi layanan ride-hailing. Sepanjang 2025, sekitar 40 persen transaksi Bluebird berasal dari aplikasi MyBluebird, menandai pergeseran perilaku pelanggan dari pemesanan langsung di jalan ke pemesanan melalui ponsel.
Perubahan ini tercermin dalam kinerja keuangan perusahaan. Bluebird membukukan pendapatan Rp5,7 triliun pada 2025, tumbuh 13,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, laba bersih mencapai Rp643,4 miliar.
Peningkatan transaksi digital turut didorong oleh pertumbuhan pengguna aplikasi. Sepanjang tahun, jumlah pengguna MyBluebird meningkat lebih dari 30 persen. Selain itu, penggunaan fitur Fixed Price—yang menawarkan kepastian tarif—dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat.
Di tengah persaingan tarif dengan platform ride-hailing, fitur kepastian harga menjadi salah satu daya tarik bagi pelanggan. Strategi ini ikut memperkuat posisi Bluebird dalam mempertahankan dan memperluas basis pengguna.
Direktur Utama Bluebird Andre Djokosoetono menyatakan transformasi digital menjadi fondasi utama pertumbuhan perusahaan. Menurutnya, Bluebird kini tidak hanya menawarkan jasa transportasi, tetapi juga solusi mobilitas berbasis teknologi.