DENPASAR — Di tengah perkembangan industri pariwisata Bali, inovasi digital karya talenta lokal hadir untuk menjawab kebutuhan perjalanan bisnis yang dinilai masih kerap terfragmentasi. Salah satunya adalah Bliink, aplikasi perjalanan bisnis yang dikembangkan di Bali dan menyasar segmen korporasi.
Product Manager Bliink, I Gede Ary Paramatha, mengatakan aplikasi ini lahir dari kebutuhan pelaku usaha yang selama ini harus menggunakan banyak platform berbeda untuk mengatur perjalanan bisnis. “Selama ini, banyak pelaku bisnis harus menggunakan berbagai platform berbeda untuk mengatur perjalanan mereka. Kami ingin menyederhanakan proses tersebut dalam satu sistem yang terintegrasi,” ujar Ary Paramatha, Minggu (5/4/2026).
Menurutnya, Bliink tidak hanya berfungsi sebagai platform pemesanan tiket dan akomodasi, tetapi juga dirancang sebagai sistem pengelolaan perjalanan bisnis secara menyeluruh. Mulai dari perencanaan perjalanan, pengaturan anggaran, hingga kontrol pengeluaran, seluruh proses diklaim dapat dilakukan lebih transparan dan terstruktur dalam satu aplikasi.
Bliink saat ini disebut telah terintegrasi dengan lebih dari dua juta hotel di seluruh dunia. Selain itu, platform ini juga menyediakan layanan pemesanan tiket pesawat dengan harga korporat yang dinilai lebih kompetitif dibandingkan harga untuk segmen leisure atau perjalanan pribadi.
Ary Paramatha menilai pendekatan tersebut menjadi nilai tambah bagi perusahaan yang membutuhkan efisiensi biaya sekaligus kemudahan dalam mengatur mobilitas karyawan. Di sisi lain, Bliink juga membawa misi untuk mendorong digitalisasi industri perjalanan di Bali melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, mulai dari penyedia akomodasi hingga layanan transportasi, guna memperkuat ekosistem pariwisata berbasis teknologi di daerah.
Saat ini, Bliink sudah tersedia dan dapat diunduh melalui App Store maupun Google Play, sehingga memperluas akses pengguna di Indonesia untuk memanfaatkan layanan perjalanan bisnis berbasis digital.
Dalam waktu dekat, Bliink juga bersiap meluncurkan fitur terbaru bernama Bliink Concierge. Fitur ini memungkinkan pengguna mengatur berbagai kebutuhan perjalanan bisnis melalui percakapan chat, dengan harapan proses pemesanan dan pengelolaan perjalanan menjadi lebih cepat dan praktis.
Kehadiran Bliink dinilai menjadi salah satu langkah awal bagi Bali untuk tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai daerah yang mampu melahirkan inovasi di sektor teknologi perjalanan. Dengan dukungan talenta lokal, aplikasi ini disebut berpotensi membuka ruang baru bagi penguatan industri travel berbasis digital di Pulau Dewata.