BERITA TERKINI
BKPRMI Aceh Ingatkan Gen Z Bijak Menggunakan Gadget Selama Ramadan

BKPRMI Aceh Ingatkan Gen Z Bijak Menggunakan Gadget Selama Ramadan

BANDA ACEH — Generasi Z dinilai memiliki potensi besar memanfaatkan teknologi untuk kegiatan positif selama Ramadan. Namun, penggunaan gawai yang tidak terkontrol juga dikhawatirkan membuat anak muda lalai dalam menjalankan ibadah.

Anggota BKPRMI Aceh, Afdhalil Ilyas, mengatakan generasi muda saat ini memiliki kemampuan tinggi dalam memanfaatkan teknologi. Menurutnya, potensi tersebut dapat diarahkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat selama Ramadan.

“Generasi Z ini sangat kreatif dan mampu mengumpulkan massa dengan cepat melalui media sosial. Karena itu Ramadan bisa menjadi momentum untuk memaksimalkan ibadah dengan cara yang sesuai dengan karakter mereka,” ujar Afdhalil dalam program Tauladan Pro 2 RRI Banda Aceh, Rabu, 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan kemudahan teknologi memungkinkan generasi muda melakukan banyak hal dalam waktu singkat, mulai dari mengajak teman berkumpul, menggalang dana, hingga menyebarkan informasi kegiatan sosial kepada masyarakat.

Menurut Afdhalil, kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk membuat gerakan positif di bulan Ramadan, seperti mengajak teman berbagi takjil, mengikuti kajian, atau membuat konten inspiratif yang mendorong orang lain lebih rajin beribadah.

“Gen Z bisa mengumpulkan dana atau menggerakkan teman-temannya hanya lewat satu pesan di media sosial. Potensi seperti ini kalau diarahkan ke kegiatan ibadah tentu akan sangat bermanfaat,” katanya.

Meski demikian, ia menyoroti kebiasaan sebagian anak muda yang terlalu lama menghabiskan waktu bermain gim daring. Kondisi ini dinilai dapat membuat generasi muda kehilangan waktu berharga, terutama pada Ramadan.

Afdhalil mencontohkan ada remaja yang mampu bermain gim berjam-jam tanpa henti, bahkan tetap bermain sepanjang malam demi menyelesaikan satu level permainan.

“Silakan bermain game untuk hiburan, tetapi jangan sampai seluruh waktu dihabiskan di sana. Sayang sekali masa muda hanya dihabiskan di depan layar,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membangun kebiasaan ibadah yang sederhana namun konsisten. Salah satu contohnya adalah membaca Al-Qur’an setiap hari meski hanya beberapa ayat.

Ia menambahkan, kemajuan teknologi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung ibadah, misalnya dengan mengunduh aplikasi Al-Qur’an digital atau menggunakan pengingat waktu salat di ponsel.

“Minimal di handphone kita ada aplikasi Al-Qur’an. Jangan hanya diisi dengan media sosial atau permainan saja,” katanya.

Afdhalil juga mendorong generasi muda memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai momentum meningkatkan ibadah. Ia menyebut banyak masjid di Banda Aceh membuka kegiatan qiyamul lail hingga menyediakan sahur gratis bagi jamaah.

Ia berharap generasi muda tidak hanya mengejar kesenangan di dunia digital, tetapi juga membangun kebiasaan baik dalam kehidupan nyata. Menurutnya, generasi Z memiliki peran penting sebagai calon pemimpin masa depan.

“Saya yakin Gen Z adalah calon pemimpin masa depan. Gunakan teknologi untuk kebaikan dan tetap ingat bahwa kehidupan nyata jauh lebih berharga,” ujarnya.