BERITA TERKINI
BKKBN: 25,8% Anak Indonesia Alami Fatherless, Ketergantungan Gawai Disorot

BKKBN: 25,8% Anak Indonesia Alami Fatherless, Ketergantungan Gawai Disorot

Fenomena ayah yang “ada tapi tiada” kembali menjadi perhatian. Berdasarkan Data Pendataan Keluarga 2025, sebanyak 25,8% anak di Indonesia mengalami kondisi fatherless, yakni ketika ayah hadir secara fisik namun tidak terlibat dalam pengasuhan.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, menyebut salah satu faktor yang mendorong kondisi tersebut adalah meningkatnya ketergantungan keluarga terhadap gawai. Ia menyoroti durasi penggunaan gawai yang tinggi dalam keseharian.

“Rata-rata kita menggunakan gadget 7,8 jam per hari. Pertanyaannya, berapa menit kita benar-benar mengobrol dengan anak?,” kata Wihaji dalam keterangan tertulis, Senin (17/11).

Dalam momentum Hari Ayah Nasional belum lama ini, Wihaji mengingatkan bahwa teknologi yang seharusnya memudahkan aktivitas keluarga dapat menjadi ancaman apabila tidak digunakan secara bijak.

Ia menilai peran ayah berpengaruh besar terhadap pembentukan kepemimpinan dan karakter anak. “Hati-hati, jangan sampai anak-anak kita menjadi generasi yang kurang menjadi petarung,” ujarnya.