Kebutuhan masyarakat terhadap layanan internet berkualitas dinilai terus meningkat seiring percepatan transformasi digital di berbagai sektor. Aktivitas kerja, pendidikan, bisnis, hingga hiburan semakin bergantung pada koneksi internet yang stabil, cepat, dan andal.
Merespons perkembangan tersebut, Biznet memperkuat kehadirannya di Provinsi Riau, khususnya Pekanbaru. Perusahaan penyedia layanan internet berbasis fiber optik ini mulai beroperasi di Pekanbaru pada 2023 dan sejak itu berfokus memperluas jangkauan jaringan serta meningkatkan kualitas layanan pelanggan.
Asisten Vice President Territory Sumatera Biznet, Dedi Riyanto, mengatakan dua tahun terakhir menjadi fase penting untuk membangun fondasi merek di wilayah Riau. Dalam kegiatan buka puasa bersama dan silaturahmi dengan awak media di Prime Park Hotel Pekanbaru, Jumat (6/3/2026), ia menjelaskan fokus perusahaan pada 2024 hingga 2025 diarahkan untuk memperkuat kesadaran dan nilai merek.
“Pada 2024 hingga 2025, kami fokus membangun kesadaran merek. Tahun 2024 lebih kepada pengenalan fungsi layanan. Kemudian pada 2025, kami membangun nilai merek hingga kedekatan emosional dengan pelanggan,” ujar Dedi.
Menurut Dedi, strategi tersebut ditujukan agar Biznet tidak hanya dikenal sebagai penyedia internet, tetapi juga menjadi merek yang dipilih dan direkomendasikan pelanggan karena kualitas layanan yang konsisten. Ia menyebut tingkat kepuasan pelanggan pada periode 2024 hingga 2025 meningkat sekitar tiga persen.
“Dari 2024 ke 2025, fokus kami tidak hanya mengenalkan merek. Tetapi juga meningkatkan jumlah penerima manfaat layanan. Tingkat kepuasan pelanggan terus menunjukkan tren kenaikan,” ucapnya.
Dedi menilai peningkatan kepuasan pelanggan didukung sejumlah faktor, antara lain harga paket yang kompetitif, kualitas layanan, proses pelayanan yang semakin baik, serta kualitas teknisi dan tim penjualan di lapangan. Ia juga menyebut kesesuaian antara harga dan manfaat yang diterima pelanggan meningkat sekitar 10 persen.
Sementara itu, Regional Manager Biznet Riau–Sumatera Barat, Della Charina, menyampaikan perusahaan akan menjalankan strategi baru yang dirangkum dalam konsep “Tenang, Senang, Menang” pada 2026. Konsep tersebut disebut menjadi pendekatan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus memperkuat posisi merek di pasar layanan internet.
“Pada tahun ini, kami ingin meningkatkan kesadaran merek lebih tinggi lagi. Bukan hanya dikenal, tetapi juga dicari, dipilih, dan direkomendasikan oleh pelanggan,” kata Della.
Della menambahkan, tingkat penetrasi internet di Indonesia pada 2025 telah mencapai sekitar 80 persen dari total populasi. Menurutnya, kondisi itu menunjukkan internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk berbagai aktivitas.
“Internet sudah menjadi kebutuhan untuk hampir semua aktivitas manusia. Mulai dari pekerjaan, pendidikan, hingga hiburan semuanya membutuhkan internet,” ujarnya.
Ia menilai kebutuhan pelanggan saat ini tidak hanya soal harga terjangkau atau kecepatan tinggi, tetapi juga keandalan layanan. “Sekarang tentu tidak cukup hanya menawarkan internet yang murah dan cepat. Pelanggan juga membutuhkan internet yang benar-benar andal,” ucap Della.
Untuk menjaga kualitas layanan, Biznet memperkuat sistem pelayanan pelanggan dengan menghadirkan sekitar 500 agen pusat layanan pelanggan yang siap melayani 24 jam di seluruh Indonesia. Perusahaan juga menyediakan aplikasi My Biznet App untuk memudahkan pelanggan mengakses layanan, mulai dari pembayaran, pemantauan layanan, hingga penyampaian keluhan.
Di Pekanbaru, Biznet telah membuka beberapa kantor cabang untuk mendukung pelayanan pelanggan, antara lain di kawasan Arifin Achmad, Tanjung Datuk, Garuda Sakti, dan Harapan Raya. Della menyebut jumlah pelanggan Biznet di wilayah Riau, khususnya Pekanbaru, saat ini sekitar 35 ribu pelanggan.
“Tahun ini, perusahaan menargetkan pertumbuhan pelanggan sekitar 30 persen dari jumlah tersebut,” tutur Della.
Selain memperkuat layanan di Pekanbaru, Biznet juga berencana melakukan ekspansi jaringan ke sejumlah kabupaten di Riau, seperti Kampar, Rokan Hilir, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir, agar masyarakat di daerah dapat menikmati akses internet yang setara.