Biznet mengawali tahun 2026 dengan meluncurkan kampanye bertajuk #PakeBiznet Tenang, Senang, Menang sebagai bagian dari upaya memperkuat percepatan transformasi digital di Indonesia. Kampanye ini diperkenalkan dalam kegiatan konferensi pers sekaligus buka puasa bersama media yang digelar di Four Star by Trans Hotel, Denpasar, Jumat (6/3/2026).
Kampanye tersebut menitikberatkan tiga pilar utama. Pertama, “tenang” yang merujuk pada koneksi internet yang stabil. Kedua, “senang” melalui kapasitas bandwidth yang besar. Ketiga, “menang” yang dimaknai sebagai peluang lebih luas bagi pengguna dalam menjalankan berbagai aktivitas digital.
Senior Manager Territory East 3 Biznet, Ambara Dita, mengatakan perusahaan sejak 2023 memfokuskan upaya pada penguatan kesadaran merek. Memasuki 2026, Biznet mengarahkan perhatian pada pemberian nilai yang lebih nyata bagi pelanggan.
Menurut Ambara, hasil survei menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan Biznet meningkat dari 93% pada 2023 menjadi 96% pada 2025. Ia menyebut peningkatan itu dipengaruhi oleh harga layanan yang tetap kompetitif, kualitas teknisi yang profesional, serta pelayanan yang semakin cepat dan responsif.
Ambara juga menyampaikan Biznet kini menempatkan diri tidak hanya sebagai penyedia layanan internet, tetapi sebagai mitra transformasi digital yang ingin membangun kedekatan emosional dengan penggunanya.
Dalam kesempatan yang sama, Regional Manager Bali 3 Biznet, Fadly Nugraha, mengumumkan kebijakan peningkatan kapasitas bandwidth hingga 30% lebih besar dibandingkan tahun 2025 tanpa tambahan biaya langganan. Ia menyebut langkah itu ditujukan agar pelanggan dapat menikmati kecepatan internet yang lebih tinggi untuk berbagai kebutuhan digital.
Selain peningkatan layanan, Biznet juga melanjutkan penguatan infrastruktur jaringan melalui pembangunan kabel bawah laut. Salah satu proyek yang sedang berjalan adalah Biznet Nusantara Cable System (BNCS) segmen 4 yang menghubungkan wilayah Jawa Timur hingga Buleleng.
Biznet turut mengembangkan Digital Gateway System (DGS) 2 untuk memperluas konektivitas yang menghubungkan Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sulawesi. Perusahaan menyatakan upaya ini dilakukan untuk mendorong pemerataan akses internet cepat dan berkualitas, termasuk dengan memperluas jaringan di Bali, khususnya wilayah Bali Utara seperti Singaraja dan Bali Barat seperti Negara.