Bisma (8), pelajar sekolah dasar di Tangerang Selatan, sudah enam bulan tidak lagi bermain gadget secara rutin setiap hari. Ibunya, Fitri (32), membatasi penggunaan tablet maupun smartphone agar tidak berlebihan. Kini, Bisma hanya diizinkan mengakses gadget pada akhir pekan.
Meski dibatasi, Bisma mengaku tidak keberatan. Ia justru mengatakan lebih senang melakukan aktivitas fisik bersama orangtua saat libur akhir pekan.
“Akhir pekan aku main sama mama-papa, lebih suka main sepeda atau berenang. Aku lebih suka bermain sama orangtua, karena bisa diajak ngobrol,” kata Bisma saat diwawancarai Kompas.com, Senin (16/3/2026).
Di hari biasa, waktu luang Bisma sepulang sekolah diisi dengan mengaji, les pelajaran, bermain sepak bola, hingga berlatih Taekwondo. Ia tengah giat berlatih bela diri asal Korea Selatan tersebut karena sedang mempersiapkan diri menghadapi ujian kenaikan sabuk.
Namun, ada pengecualian saat akhir pekan. Jika hujan deras membuat keluarga tidak bisa keluar rumah, Bisma diizinkan bermain gadget selama dua jam. Dalam kondisi itu, ia mengaku sangat senang karena menurutnya bermain gadget tidak pernah membosankan, terlebih bila dilakukan bersama ayah dan ibunya.
Ketika menggunakan gadget bersama pada akhir pekan, Bisma dan orangtuanya kerap menonton video di YouTube Kids. Bisma menyebut ia menyukai beragam pilihan tontonan, seperti video mainan Lego, puzzle, dan Monster Truck.
Fitri menjelaskan, sebelumnya ia sempat memberikan smartphone kepada Bisma. Namun, perangkat tersebut rusak enam bulan lalu karena banyak digunakan untuk bermain gim. Setelah mempertimbangkan dampak penggunaan gadget yang terlalu sering, Fitri memutuskan tidak kembali memberikan smartphone kepada anaknya.