Pekalongan — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru untuk pembagian Tunjangan Hari Raya (THR) meningkat. Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal menghadirkan layanan penukaran uang berbasis aplikasi BI Pintar di sejumlah titik layanan, termasuk di wilayah Kabupaten Pekalongan.
Melalui BI Pintar, masyarakat dapat memesan penukaran uang secara daring tanpa harus mengantre lama. Warga cukup mengakses situs atau aplikasi BI Pintar untuk memilih lokasi serta jadwal penukaran yang tersedia.
Kepala KPw BI Tegal, Bimala, mengatakan layanan tersebut merupakan bagian dari program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) yang rutin digelar setiap tahun untuk memastikan ketersediaan uang layak edar selama Ramadan hingga Idulfitri.
“Dengan aplikasi BI Pintar atau sistem pemesanan online, masyarakat tidak perlu datang lebih awal untuk mengantri. Semua sudah terjadwal sehingga pelayanan menjadi lebih pasti, tertib, dan nyaman,” ujar Bimala, Kamis, 5 Maret 2026.
Untuk memenuhi kebutuhan uang kartal pada Ramadan dan Idulfitri 2026, KPw BI Tegal menyiapkan dana sebesar Rp5,3 triliun. Nilai tersebut meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, seiring proyeksi kenaikan aktivitas ekonomi dan kebutuhan uang tunai.
Menurut Bimala, melalui program Serambi 2026, BI Tegal bersama perbankan dan mitra strategis membuka 61 titik layanan penukaran yang berlangsung pada 19 Februari hingga 15 Maret 2026.
Salah satu titik layanan penukaran uang berada di halaman Masjid Al Muhtarom, Alun-alun Kajen, Kabupaten Pekalongan. Lokasi ini dinilai lebih mudah dijangkau, sementara proses penukaran diklaim lebih cepat karena menggunakan sistem pendaftaran digital.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Vera, warga Kesesi, mengatakan ia menukarkan Rp2,7 juta melalui aplikasi BI Pintar dan merasakan proses yang lebih cepat. “Hari ini menukarkan Rp2,7 juta melalui aplikasi BI pintar, sekarang lebih cepat dan mudah,” ucapnya.
Hal serupa disampaikan Isti, warga Kedungwuni, yang menilai proses penukaran berlangsung praktis dan efisien. “Dari awal daftar sampai saat penukaran lebih praktis, cepat dan tidak membutuhkan waktu lama, cuma kisaran 20 menit saja,” katanya.
Dengan penggunaan BI Pintar, proses penukaran uang di Kabupaten Pekalongan diharapkan berlangsung lebih tertib dan nyaman, sehingga masyarakat dapat mempersiapkan uang pecahan baru untuk Idulfitri tanpa menghadapi antrean panjang.