Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Barat mewajibkan penggunaan aplikasi PINTAR untuk seluruh layanan penukaran uang menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026 di wilayah Sulbar. Kebijakan ini ditujukan untuk mengatur lonjakan permintaan penukaran serta menjaga keamanan dan ketertiban layanan di seluruh titik yang disiapkan.
Deputi Kepala Perwakilan BI Sulbar, Rifky Adhitya, menjelaskan kebijakan tersebut dalam dialog “Halo Sulbar” di RRI Mamuju, Jumat, 20 Februari 2026. Menurutnya, melalui aplikasi PINTAR masyarakat dapat menentukan lokasi, tanggal, dan jam layanan penukaran sesuai ketersediaan kuota.
Layanan penukaran uang di Sulbar dibagi dalam dua periode Program SERAMBI 2026, yakni 19–26 Februari dan 2–12 atau 13 Maret. Adapun pendaftaran melalui aplikasi PINTAR dibuka khusus pada 27–28 Februari.
Dalam ketentuan yang disampaikan BI Sulbar, setiap warga dapat menukarkan uang maksimal Rp5,3 juta per orang per periode. Paket penukaran tersedia dengan pilihan pecahan mulai dari Rp50.000 hingga Rp1.000.
Rifky menekankan, pendaftar diharapkan terlebih dahulu melakukan registrasi di PINTAR sehingga saat datang ke lokasi layanan tinggal membawa uang yang akan ditukarkan karena data sudah tercatat di sistem. Ia juga menegaskan pendaftar wajib membawa KTP fisik atau identitas kependudukan digital saat hadir di lokasi.
BI Sulbar menyatakan penukaran tidak dapat diwakilkan. Peserta yang tidak hadir sesuai jadwal yang dipilih berpotensi kehilangan kuota, meski skema kelonggaran masih dalam tahap kajian.
Untuk pelaksanaan layanan, BI Sulbar menyiapkan tiga jenis penukaran, yaitu kas keliling ritel di masjid-masjid, loket perbankan di 20 titik, serta layanan terpadu di Masjid Raya Suada Mamuju. Melalui basis data PINTAR, BI juga memantau potensi praktik percaloan dan membuka peluang pemblokiran (blacklist) bagi pelaku pada pelaksanaan tahun berikutnya.
Selain itu, BI mengimbau masyarakat menukar uang hanya di titik resmi yang terdaftar di PINTAR guna menghindari risiko uang palsu dan jasa penukaran tidak resmi. Masyarakat juga diminta mengikuti pembaruan jadwal dan lokasi melalui media sosial BI Sulbar serta siaran RRI Mamuju.