BERITA TERKINI
Benarkah Gadget Bisa Memicu Mata Juling pada Anak? Ini Temuan dan Anjuran Waktu Layar

Benarkah Gadget Bisa Memicu Mata Juling pada Anak? Ini Temuan dan Anjuran Waktu Layar

Pemakaian gadget yang berlebihan pada anak kerap dikaitkan dengan berbagai dampak negatif, termasuk gangguan pada mata. Salah satu kondisi yang disebut perlu diwaspadai adalah mata juling. Pada sebagian anak, kondisi ini bisa membaik dengan sendirinya, namun ada juga yang memerlukan penanganan medis.

Sejumlah temuan yang dikutip dari Children’s Health of Orange County menyebutkan bahwa screen time berlebihan pada remaja berkaitan dengan perkembangan esotropia onset akut, yang lebih dikenal sebagai mata juling. Dalam studi tersebut, ketika penggunaan gadget dibatasi, sebagian pengidap mengalami penurunan derajat persilangan mata. Namun, sebagian lainnya tetap membutuhkan operasi untuk memperbaiki esotropia.

Untuk membantu orang tua mengelola paparan layar, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan aturan waktu layar berdasarkan usia. Anak di bawah 18 bulan dianjurkan tidak mendapat screen time, kecuali untuk video call dengan keluarga atau teman. Pada usia 18 bulan hingga 2 tahun, waktu layar perlu dibatasi, didampingi orang dewasa, serta memilih program berkualitas tinggi dan ditonton bersama agar anak lebih memahami. Untuk anak usia 2 hingga 5 tahun, screen time yang direkomendasikan adalah satu jam per hari, dengan pendampingan agar anak mampu memahami dan menerapkan apa yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, pada anak di atas enam tahun, orang tua disarankan memberi batasan waktu secara konsisten untuk setiap jenis media yang digunakan.

Selain membatasi durasi, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko ketegangan mata. Salah satunya menerapkan aturan 20-20-20-2: setiap 20 menit, anak diminta mengistirahatkan mata dengan melihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik, serta dianjurkan menghabiskan dua jam bermain di luar ruangan. Cara ini disebut dapat membantu mata lebih rileks.

Orang tua juga disarankan memperhatikan ukuran dan jarak layar. Layar yang lebih kecil dan digunakan terlalu dekat membuat mata bekerja lebih keras untuk mempertahankan fokus. Karena itu, penggunaan layar yang lebih besar seperti laptop atau komputer dinilai lebih baik dibanding ponsel, dengan jarak layar setidaknya sejauh satu lengan. Posisi layar juga dianjurkan tepat sehingga anak melihat sedikit ke bawah, bukan ke atas.

Pengaturan kecerahan layar turut menjadi perhatian. Pantulan cahaya terang dapat membuat mata lebih cepat lelah, sehingga kecerahan gadget sebaiknya diturunkan agar lebih nyaman. Di luar itu, pemeriksaan mata rutin juga dianjurkan, minimal satu kali dalam setahun. Jika anak mengeluhkan sakit kepala berkepanjangan, mata kering, iritasi, atau nyeri pada mata, orang tua disarankan segera memeriksakan anak ke dokter.