BERITA TERKINI
BEKUP 2025 Dorong Inkubasi dan Akselerasi untuk Perkuat Ekosistem Startup Teknologi

BEKUP 2025 Dorong Inkubasi dan Akselerasi untuk Perkuat Ekosistem Startup Teknologi

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam menyebut program Badan Ekonomi Kreatif for Startup (BEKUP) 2025 sebagai momentum penting untuk memperkuat ekosistem perusahaan rintisan di bidang teknologi.

Dalam peluncuran program BEKUP 2025 yang dipantau melalui siaran langsung Kementerian Ekonomi Kreatif di Jakarta, Senin, Neil mengatakan BEKUP 2025 tidak hanya berfokus pada inkubasi, tetapi juga akselerasi untuk mendorong startup naik ke tahap berikutnya.

Neil menjelaskan, sepanjang 2020–2024 BEKUP telah menjangkau lebih dari 20 kota di Indonesia. Program ini mencatat lebih dari 1.300 pendaftar dan telah menginkubasi lebih dari 330 startup tahap awal, dengan fokus pada startup teknologi yang mendukung inovasi digital kreatif.

Pada 2025, BEKUP akan menjalankan inkubasi dengan dua fokus. Pertama, BEKUP Create yang diarahkan untuk mengembangkan bakat kreatif melalui upskilling bootcamp. Program ini ditujukan untuk menyiapkan talenta unggul yang siap membangun startup digital atau berkarier di ekosistem startup.

Dalam BEKUP Create, bimbingan diberikan melalui workshop kreatif, pelatihan teknologi, coding dan UI/UX, serta mentoring proyek praktis dari tahap ide hingga pembuatan prototipe atau Minimum Viable Product (MVP) aplikasi digital.

Fokus kedua adalah BEKUP Accelerate, yang menyasar startup yang telah melewati tahap MVP. Melalui program ini, peserta diharapkan dapat memperkuat model bisnis, transaksi pasar, dan stabilitas keuangan guna menarik investasi. Pendekatan yang digunakan meliputi pelatihan, mentoring intensif, serta akses ke jaringan investor dan teknologi.

Neil menyampaikan, BEKUP 2025 ditargetkan memberi dampak kepada lebih dari 550 startup dan talenta startup. Dari jumlah tersebut, peserta akan dikurasi menjadi 10 startup tahap awal (early stage) terbaik dan lima prototipe dengan solusi terbaik.

Ia juga menyoroti perkembangan ekonomi digital Indonesia yang dinilai telah menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi nasional dan terbesar di Asia Tenggara. Pada 2024, nilai gross merchandise value disebut mencapai 90 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.400 triliun, tumbuh 13 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dalam jangka panjang, proyeksi ekonomi digital nasional menunjukkan potensi pertumbuhan hingga 210–360 miliar dolar AS pada 2030. Menurut Neil, proyeksi tersebut memperlihatkan peluang Indonesia sebagai pusat pertumbuhan ekonomi digital yang dinamis.

BEKUP 2025 juga akan melibatkan lebih dari 80 mentor dan ahli untuk memperkuat model bisnis serta strategi pasar para pendiri startup. Neil menyebut program ini menargetkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 50 persen untuk startup tahap pemula (pre-seed) dan early stage di Indonesia.

Selama periode 2020–2024, BEKUP dilaporkan menghasilkan dampak ekonomi dan sosial, antara lain peningkatan jumlah pengguna atau layanan sebesar 36 persen, kenaikan pendapatan bisnis, pengembangan skema B2B untuk kemitraan, serta akses pendanaan yang lebih baik.

Program tersebut juga disebut memberdayakan komunitas lokal, membuka lapangan kerja baru termasuk bagi karyawan disabilitas, serta mendorong kesetaraan gender dengan menempatkan perempuan sebagai karyawan.

Neil menegaskan BEKUP 2025 terbuka bagi seluruh pegiat startup teknologi di Indonesia melalui open call nasional, dengan tujuan memperkuat ekonomi digital Indonesia.