Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Kabupaten Buleleng menggelar diskusi penentuan Prioritas Riset dan Inovasi Tahun 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Buleleng Tahun 2025–2029.
Diskusi berlangsung di ruang kerja Kepala Bappeda pada Senin (12/1/2026). Forum tersebut menjadi salah satu upaya strategis untuk memperkuat komunikasi dan sinergi lintas sektor, agar riset dan inovasi dapat berperan sebagai landasan ilmiah dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah.
Fokus pembahasan diarahkan pada identifikasi kebutuhan riset dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini diposisikan sebagai tahapan awal dalam penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti, yang diharapkan selaras dengan agenda prioritas pembangunan Kabupaten Buleleng sebagaimana tercantum dalam RPJMD 2025–2029.
Melalui diskusi tersebut, Bappeda dan Brida menargetkan tersusunnya daftar kebutuhan riset Tahun 2026 yang relevan dan aplikatif, serta memiliki kontribusi langsung terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan daerah.
Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Bappeda Komang Widarma, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi (PPE) Angga Pratangga, serta Kepala Bidang Perekonomian SDA dan Infrastruktur (PSI) Gusti Ngurah Purnawirawan. Dari pihak Brida, hadir Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Ketut Suwarmawan.