Karawang, Jawa Barat — Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum) menguji coba Aplikasi Mata360 dalam rangka penguatan manajemen talenta bagi sumber daya manusia (SDM) badan peradilan. Uji coba dilakukan di Pengadilan Negeri Karawang pada Kamis (02/04) dan diselenggarakan secara hybrid, dengan sebagian tim Badilum mengikuti kegiatan melalui sambungan Zoom dari Ditjen Badilum.
Direktur Pembinaan Administrasi dan Manajemen (Dirbinganis) Badilum, Dr. Hasanudin, menjelaskan bahwa pendekatan pengelolaan SDM saat ini menekankan perubahan paradigma: manusia tidak lagi dipandang sekadar sebagai biaya, melainkan sebagai aset yang perlu dikelola secara sistematis. Ia menyampaikan hal itu dalam kata pengantar melalui sambungan Zoom.
Menurut Hasanudin, Mata360 dikembangkan untuk membantu menyorot talenta dari berbagai sisi melalui penilaian yang komprehensif dan berbasis data, sehingga penempatan dan pengembangan pegawai dapat disesuaikan dengan potensi masing-masing. Ia mencontohkan, hasil penilaian dapat digunakan untuk melihat kemungkinan seseorang lebih cocok ditempatkan sebagai pimpinan atau pada jabatan/posisi tertentu, maupun dinilai lebih sesuai untuk penugasan di unit lain seperti BSDK MA, Biro Hukum dan Humas, atau Badan Pengawasan MA.
Hasanudin menambahkan, manajemen talenta akan memetakan pegawai ke dalam sembilan kotak (9 box). Kotak 9 diisi oleh talenta dengan kinerja dan potensi terbaik, sementara kotak-kotak lainnya menggambarkan tingkatan secara berurutan.
Ia menjelaskan, penilaian dalam Mata360 disusun berdasarkan indikator yang disesuaikan dengan regulasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Penilaian 360 mencakup komponen seperti integritas, kerja sama, komunikasi, dan aspek lainnya. Hasanudin menekankan pentingnya pengisian yang jujur dan apa adanya, karena tujuan penilaian adalah membantu peningkatan kinerja.
Terkait kerahasiaan, Hasanudin menyatakan identitas penilai, data, dan hasil penilaian dijaga dan hanya diketahui oleh tim Badilum. Ia juga menegaskan bahwa Penilaian 360 bukan satu-satunya sumber data penilaian talenta, karena masih ada data lain yang dihimpun melalui aplikasi Inspira Badilum.
Dalam skema di Inspira, pegawai nantinya dapat melihat posisi atau “klasemen” mereka. Bobot penilaian kinerja disebut mencakup 60%, sedangkan bobot penilaian potensi 40%. Penilaian 360 menjadi bagian dari penilaian potensi. Hasanudin menyebut, pimpinan pengadilan dapat melihat hasil penilaian terhadap bawahannya sehingga dapat dilakukan mentoring dan coaching.