JAKARTA — Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah mengaku sepakat untuk membatasi penggunaan gadget pada anak-anak mereka. Namun, penerapan aturan tersebut disebut tidak semudah yang dibayangkan.
Aurel menceritakan, mereka sempat kewalahan saat anak menunjukkan sikap kritis ketika dilarang bermain gawai. Ia mencontohkan momen ketika anak mempertanyakan alasan larangan itu, sementara orang tuanya juga terlihat menggunakan ponsel.
Menurut Aurel, situasi tersebut membuatnya beberapa kali kehabisan kata-kata untuk memberikan penjelasan yang mudah dipahami. Ia mengatakan, ketika mencoba menjelaskan bahwa ponsel digunakan untuk bekerja, anak justru menimpali dengan alasan serupa.
Seiring waktu, Atta dan Aurel mengaku akhirnya menemukan cara yang dinilai lebih tepat untuk membantu menerapkan aturan tersebut. Mereka memilih membelikan mainan yang menyerupai perangkat elektronik milik orang dewasa, seperti laptop mainan dan ponsel-ponsel mainan.