Kelangkaan chip global yang masih berlanjut disebut berdampak pada kenaikan harga laptop di Indonesia. Kondisi ini turut memengaruhi komponen penting seperti RAM, yang harganya ikut meningkat di tengah keterbatasan pasokan.
Asus mengungkapkan bahwa situasi tersebut berimbas pada struktur biaya produksi dan pada akhirnya tercermin pada harga jual laptop di pasar domestik. Dengan pasokan chip yang belum sepenuhnya pulih, pergerakan harga perangkat diperkirakan tetap sensitif terhadap perubahan ketersediaan komponen.
Kenaikan harga ini terjadi seiring berlanjutnya gangguan rantai pasok global, yang membuat ketersediaan komponen tidak stabil. Dampaknya, konsumen di Indonesia menghadapi harga laptop yang cenderung lebih tinggi dibandingkan periode ketika pasokan chip lebih lancar.