Apple dan Google dilaporkan masih menyediakan aplikasi seluler yang memungkinkan pengguna membuat gambar seksual tanpa persetujuan (non-consensual sexualised images), meski kebijakan resmi kedua perusahaan melarang konten semacam itu.
Temuan tersebut diungkap dalam laporan Tech Transparency Project yang dirilis pada 15 April. Lembaga riset yang berada di bawah organisasi nirlaba Campaign for Accountability itu menyebut pencarian dengan kata kunci seperti “nudify” dan “undress” di toko aplikasi Apple maupun Google masih mengarahkan pengguna untuk mengunduh perangkat lunak pengubah gambar.
Menurut laporan itu, aplikasi-aplikasi tersebut dapat memanipulasi foto selebritas maupun orang biasa agar tampak telanjang atau setengah telanjang. Selain tersedia di toko aplikasi, kedua perusahaan juga disebut menampilkan iklan untuk aplikasi sejenis dalam hasil pencarian, sebagaimana dikutip dari Bloomberg pada Kamis (16/4).
Berdasarkan estimasi pasar dari AppMagic, aplikasi yang diidentifikasi dalam riset tersebut telah diunduh sekitar 483 juta kali dan menghasilkan pendapatan hingga USD 122 juta. Juru bicara AppMagic menyatakan temuan Tech Transparency Project telah membuat beberapa aplikasi dihapus dan mendorong pengembang lain mengubah kebijakan pengguna mereka.
Direktur Tech Transparency Project, Katie Paul, mengkritik pengawasan Apple dan Google. Ia menilai persoalannya bukan hanya kegagalan meninjau aplikasi secara tepat, tetapi juga karena perusahaan dinilai turut mengarahkan pengguna ke aplikasi tersebut.
Riset itu menemukan 18 aplikasi berkemampuan “nudify” di Apple App Store dan 20 aplikasi di Google Play Store. Selain itu, fitur autocomplete pada kedua platform disebut kerap menyarankan nama aplikasi serupa ketika pengguna mulai mengetik kata kunci terkait.
Menanggapi laporan tersebut, Google menyatakan telah menangguhkan banyak aplikasi yang disebut dalam laporan karena pelanggaran kebijakan dan tengah melakukan investigasi lebih lanjut. “Saat ada laporan pelanggaran kebijakan, kami akan menyelidiki dan mengambil tindakan yang sesuai,” tulis Google dalam pernyataan resminya.
Apple menyatakan telah menghapus 15 aplikasi setelah menerima laporan, termasuk PicsVid AI Hot Video Generator yang disebut menyediakan templat seksual. Apple juga menghubungi enam pengembang aplikasi lain untuk memberikan peringatan keras. Namun, Apple berpendapat sejumlah aplikasi lain yang disebut dalam laporan itu tidak melanggar pedoman mereka.
Sejumlah ahli menilai penegakan kebijakan oleh perusahaan teknologi besar masih tidak konsisten. Dr. Anne Helmond, profesor dari Utrecht University, menyebut aplikasi yang mempresentasikan diri sebagai generator gambar umum kerap lolos dari tinjauan, meski dalam praktiknya dapat disalahgunakan.
Di sisi lain, tekanan dari regulator global dilaporkan meningkat. Pada 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani Take It Down Act yang mengkriminalisasi publikasi konten seksual tanpa persetujuan. Pemerintah Inggris juga berencana memperkenalkan undang-undang pada April ini yang memungkinkan penuntutan terhadap eksekutif perusahaan teknologi jika perusahaan mereka gagal menghapus gambar ilegal tersebut.