BERITA TERKINI
Aplikasi PINTAR BI Sulit Diakses, Warga Lhokseumawe dan Aceh Utara Gagal Tukar Uang Baru Jelang Idulfitri

Aplikasi PINTAR BI Sulit Diakses, Warga Lhokseumawe dan Aceh Utara Gagal Tukar Uang Baru Jelang Idulfitri

Warga Lhokseumawe dan Aceh Utara mengalami kesulitan menukar uang pecahan baru menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kendala ini terjadi karena aplikasi PINTAR milik Bank Indonesia (BI), yang menjadi syarat utama pendaftaran penukaran uang, dilaporkan tidak dapat diakses sejak akhir Februari 2026.

Akibat gangguan tersebut, puluhan warga yang mendatangi lokasi penukaran uang di halaman Masjid Islamic Center Lhokseumawe pada Sabtu (7/3/2026) mengaku kecewa. Mereka tidak dilayani karena petugas hanya melayani penukaran bagi warga yang telah terdaftar melalui aplikasi.

Sejumlah warga menyebut kedatangan mereka dipicu informasi yang beredar di media sosial bahwa penukaran dapat dilakukan secara manual. Namun, setibanya di lokasi, mereka tetap diminta menunjukkan pendaftaran melalui aplikasi PINTAR.

Hamdani, warga Kecamatan Muara Dua, mengatakan telah berulang kali mencoba mendaftar sejak 27 Februari, termasuk pada waktu tengah malam dan saat sahur. Menurutnya, pendaftaran selalu gagal karena kendala muncul saat pengisian alamat, ketika pilihan kecamatan tidak tampil sehingga proses tidak bisa dilanjutkan.

Hamdani kemudian mendatangi lokasi penukaran setelah mendengar kabar layanan bisa dilakukan tanpa aplikasi. Namun, ia mengaku tetap ditolak karena tidak terdaftar melalui PINTAR.

Keluhan serupa disampaikan Riki, warga Krueng Mane, Aceh Utara. Ia mengaku datang setelah mendapat informasi dari seorang satpam bank bahwa penukaran uang dapat dilakukan langsung karena aplikasi bermasalah. Namun, di lokasi penukaran ia diberitahu bahwa layanan tetap harus melalui aplikasi.

Riki menyatakan kecewa karena telah menempuh perjalanan jauh dan sempat mengantre panjang untuk mengisi bahan bakar sebelum tiba di lokasi, tetapi akhirnya tidak dapat menukar uang.

Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang sedang mempersiapkan kebutuhan Lebaran. Sejumlah warga menilai gangguan akses aplikasi membuat kesempatan memperoleh uang pecahan baru menjadi tidak merata, sementara tradisi berbagi uang kecil saat Idulfitri sudah menjadi bagian penting dalam kebiasaan masyarakat setempat.

Warga berharap Bank Indonesia segera mengambil langkah agar layanan penukaran uang kembali dapat diakses, baik melalui perbaikan aplikasi PINTAR maupun penyediaan alternatif penukaran secara manual yang lebih mudah dijangkau.