BERITA TERKINI
Aplikasi Perbankan Digital Terkunci Usai Aturan Baru, Nasabah Keluhkan Gagal Login hingga Transaksi Ditolak

Aplikasi Perbankan Digital Terkunci Usai Aturan Baru, Nasabah Keluhkan Gagal Login hingga Transaksi Ditolak

Banyak nasabah terkejut setelah aplikasi perbankan digital di ponsel mereka tiba-tiba tidak bisa digunakan. Sejumlah pengguna melaporkan gagal masuk (login) hingga muncul penolakan transaksi, seiring penerapan aturan keamanan baru yang memperketat standar perangkat untuk layanan perbankan digital.

Salah satu kasus dialami Bapak NN, warga Kota Ho Chi Minh dan nasabah sebuah bank komersial milik negara. Pada 5 Maret, ia melaporkan tidak dapat menggunakan aplikasi bank di ponselnya. Setelah berhasil masuk, aplikasi menampilkan pemberitahuan: “Sesuai dengan peraturan Bank Negara Vietnam, bank telah menghentikan penyediaan layanan perbankan digital pada perangkat yang menunjukkan tanda-tanda potensi risiko keamanan informasi…”.

Setelah menerima pesan tersebut, Bapak N. mencoba menghapus dan memasang ulang aplikasi serta mengikuti petunjuk bank. Namun, akses tetap tidak pulih. Karena merasa terganggu dalam bertransaksi, ia memutuskan menghapus aplikasi, menutup rekening, dan membatalkan kartu banknya.

Kepada wartawan surat kabar Nguoi Lao Dong, perwakilan bank menyatakan kasus Bapak N. bukan insiden yang berdiri sendiri. Bank-bank disebut sedang menerapkan ketentuan baru berdasarkan Surat Edaran 77/2025 dari Bank Negara Vietnam, yang memperketat standar keamanan untuk perangkat yang digunakan dalam layanan perbankan digital.

Keluhan juga datang dari pelanggan lain, termasuk pengguna ponsel merek domestik Tiongkok. Mereka melaporkan aplikasi perbankan menampilkan pesan “transaksi tidak memenuhi syarat”, meski perangkat disebut tidak di-root atau dimodifikasi. Perwakilan produsen ponsel menyatakan masalah terjadi pada beberapa perangkat impor dan masih diselidiki untuk dicari solusinya.

Perwakilan Viettel Store turut menyampaikan bahwa sejak Surat Edaran 77/2025 berlaku, sistem toko menerima banyak keluhan pelanggan terkait ketidakmampuan masuk atau menggunakan aplikasi perbankan di ponsel mereka. Setelah dilakukan penelusuran, sebagian besar kasus melibatkan perangkat yang telah dimodifikasi, seperti jailbreaking, rooting, atau pemasangan sistem operasi tidak resmi. Perangkat semacam ini dinilai tidak memenuhi standar keamanan aplikasi perbankan sehingga akses dibatasi.

Kelompok pelanggan yang paling sering terdampak disebut berasal dari pengguna ponsel bekas atau perangkat yang dibeli dari berbagai sumber. Karena itu, banyak yang tidak menyadari perangkat mereka sebelumnya pernah mengalami modifikasi perangkat lunak.

Viettel Store menekankan ponsel impor bukan penyebab langsung pemblokiran aplikasi perbankan. Namun, di tengah persyaratan keamanan yang makin ketat, pengguna diminta memprioritaskan perangkat asli dengan asal-usul jelas, disertai faktur dan dokumentasi lengkap, serta menggunakan sistem operasi resmi.

Bank juga menyarankan nasabah memakai perangkat asli dengan sistem operasi orisinal dan hanya menginstal aplikasi dari toko resmi seperti App Store atau Google Play. Untuk langkah lanjutan, nasabah diminta beralih ke perangkat lain yang memenuhi standar keamanan pabrikan.

Jika tetap ingin menggunakan perangkat lama, nasabah disarankan menghubungi produsen atau layanan perbaikan untuk memeriksa perangkat dan mengembalikannya ke kondisi semula. Sementara untuk perangkat yang telah di-jailbreak atau sistemnya dimodifikasi, pengguna dapat mencoba mengembalikan pengaturan pabrik atau memperbarui ke perangkat lunak terbaru guna meminimalkan risiko.