Aplikasi kencan yang mudah diakses melalui internet memberi ruang luas bagi pengguna untuk berkenalan dengan orang baru. Namun, kemudahan ini juga dinilai membuka celah terjadinya berbagai tindak kejahatan, mulai dari prostitusi online, penipuan, hingga pemerasan.
Untuk melihat seperti apa praktik tersebut, tim detikSumut melakukan percobaan menggunakan salah satu aplikasi kencan. Percobaan dilakukan di tiga titik di Kota Medan dengan berinteraksi dengan lebih dari 30 akun.
Dari interaksi tersebut, tim menilai terlihat beragam indikasi aktivitas yang mengarah pada kejahatan, tidak hanya sebatas prostitusi online. Salah satu temuan yang paling menonjol adalah adanya tawaran jasa prostitusi.
Dalam percobaan menggunakan akun anonim, tawaran tersebut ditemukan tidak hanya ditujukan kepada lawan jenis, tetapi juga sesama jenis. Temuan ini sekaligus memperlihatkan bagaimana aplikasi kencan dapat disalahgunakan untuk aktivitas prostitusi dan konten yang mengarah pada pornografi.