JAKARTA — Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menyatakan komitmennya untuk menjaga stabilitas jaringan internet nasional selama Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. APJII menaungi sekitar 1.400 penyelenggara jasa internet (ISP) di seluruh Indonesia dan menilai periode tersebut memerlukan kesiapan teknis yang lebih kuat.
Dalam keterangan pers yang disampaikan Selasa (10/3/2026), APJII menyebut sejumlah langkah strategis yang didorong kepada para anggotanya, antara lain pemantauan trafik secara berkala, peningkatan kapasitas jaringan, serta penguatan koordinasi teknis antarpelaku layanan internet.
APJII juga menyoroti potensi peningkatan kejahatan siber, termasuk penipuan digital, yang kerap terjadi pada periode Ramadan dan Lebaran. Karena itu, asosiasi mendorong para anggotanya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyalahgunaan jaringan dan memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk menjaga keamanan ekosistem digital nasional.
Selain penguatan internal di kalangan penyelenggara jasa internet, APJII mendorong sinergi yang lebih erat antara ISP, operator telekomunikasi, serta pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung keamanan penggunaan layanan internet dan layanan digital masyarakat selama Ramadan dan Lebaran 2026.
APJII menyatakan sinergi multipihak diperlukan untuk membangun ekosistem internet yang lebih tangguh dan aman, sekaligus memastikan kelancaran aktivitas digital masyarakat pada momentum hari besar keagamaan tersebut.