MALANG KOTA — Malang disebut memiliki banyak perempuan yang menekuni bidang teknologi, salah satunya Andina Paramitha. Ibu tiga anak ini telah lama berkecimpung di dunia startup digital dan dikenal sebagai salah satu sosok di balik Ngalup Collaborative Network.
Ngalup Collaborative Network merupakan coworking space yang aktif membangun berbagai komunitas di wilayah Malang Raya. Keterlibatan Andina di Ngalup bermula dari pengalaman yang tidak direncanakan, saat ia mengikuti program 1.000 Startup Digital yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 2017.
Dalam kegiatan tersebut, Andina menjadi peserta dan berhasil lolos hingga tahap tiga besar. Dari sana, ia bertemu dengan founder Ngalup yang bergerak di bidang program accelerator. Andina kemudian dipercaya mengemban peran sebagai direktur.
Ketertarikan Andina pada startup dan teknologi sejalan dengan latar belakang pendidikannya di bidang sistem informasi manajemen. Meski demikian, ia tidak langsung berkarier di sektor teknologi setelah lulus kuliah. Andina sempat bekerja sebagai hotelier selama 12 tahun.
Menurut Andina, selama bekerja di hotel ia tetap mengembangkan kemampuan teknis, antara lain dengan membuat sistem untuk database hotel. Saat mengikuti 1.000 Startup Digital, ia juga mengajak suaminya yang merupakan full stack developer.
Selama berkiprah di bidang teknologi, tantangan terbesar bagi Andina datang ketika ia diberi amanah mengelola coworking space. Ia menilai peran itu menuntutnya untuk memberikan edukasi kepada banyak orang, sementara sebelumnya ia mengaku belum memahami seluk-beluk coworking space.
Melalui Ngalup, Andina bersama tim turut menjalankan program pemberdayaan perempuan. Salah satunya program bertajuk Believe In Yourself Women, yang berfokus pada pembekalan bagi perempuan yang ingin menjadi women-preneur maupun berkarier secara profesional.
Selain itu, Ngalup juga menghadirkan kelas female-preneur dengan melibatkan sosok berpengalaman. Kelas tersebut membahas tema women making waves in digital marketing. Andina juga menyebut dirinya terlibat dalam Perhimpunan Hubungan Masyarakat.
Ke depan, Andina menyatakan ingin merangkul seluruh elemen masyarakat, terutama perempuan, agar dapat membangun gerakan dan maju bersama. Ia menilai perkembangan teknologi membuka banyak peluang bagi perempuan, termasuk ibu rumah tangga yang dapat memperoleh penghasilan sambil mengurus anak.
Andina menyoroti fenomena ibu rumah tangga yang mampu memperbaiki kondisi ekonomi melalui pembuatan konten di media sosial. Menurutnya, setiap perempuan memiliki potensi dan perlu berani mengasah kemampuan.