Lonjakan jumlah kendaraan kerap terjadi saat periode mudik Lebaran dan berisiko memicu kemacetan panjang, baik di jalan tol maupun jalur nasional. Untuk membantu pemudik memantau kondisi lalu lintas secara langsung, sejumlah aplikasi pemantau arus kendaraan dapat digunakan sebagai alternatif selain Google Maps.
Salah satu aplikasi yang banyak dipakai adalah Waze. Aplikasi navigasi ini mengandalkan laporan langsung dari komunitas pengguna di jalan. Pengendara dapat mengirim notifikasi terkait kecelakaan, kendaraan mogok, razia, hingga potensi bahaya di jalur tertentu. Pola partisipasi pengguna membuat pembaruan kondisi jalan sering terdeteksi lebih cepat, sehingga dapat membantu pengendara menghindari titik rawan kemacetan atau hambatan mendadak saat musim mudik.
Alternatif lain adalah Travoy, aplikasi resmi yang dikembangkan PT Jasa Marga untuk memantau kondisi lalu lintas di jalan tol yang dikelola perusahaan tersebut. Travoy menampilkan informasi arus kendaraan, menyediakan akses pantauan CCTV di sejumlah titik strategis, serta memuat informasi tarif tol dan lokasi rest area resmi untuk membantu perencanaan perjalanan.
Untuk pembaruan situasi mudik, Korlantas Polri juga menyediakan informasi arus lalu lintas melalui kanal digital resmi dan media sosial terverifikasi. Informasi yang dibagikan antara lain kondisi kepadatan jalan, titik rawan macet, serta penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan sistem one way. Pembaruan ini dapat dimanfaatkan pemudik sejak sebelum berangkat hingga selama perjalanan.
Selain itu, terdapat aplikasi Tol Kita yang dikembangkan Badan Pengatur Jalan Tol dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Layanan ini menghadirkan informasi jaringan jalan tol dalam bentuk peta digital, tarif tol terbaru, serta akses CCTV untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung.
Seiring perkembangan aplikasi navigasi, layanan pemantauan perjalanan tidak hanya menampilkan peta kemacetan. Sejumlah fitur juga membantu pengguna mencari rest area alternatif ketika lokasi utama sudah penuh. Dengan perkiraan kepadatan kendaraan yang kembali tinggi pada arus mudik 2026, penggunaan aplikasi pemantau perjalanan di ponsel menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan sebelum berangkat.