Perkembangan artificial intelligence (AI) semakin meluas dan tidak lagi terbatas pada laboratorium teknologi atau perusahaan besar. AI kini hadir dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten di media sosial, asisten virtual di ponsel, hingga otomasi di dunia bisnis dan industri.
Kondisi tersebut mendorong generasi muda untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami cara kerja AI agar dapat memanfaatkannya secara optimal. Laporan McKinsey Global Institute 2025 mencatat, lebih dari 50 persen perusahaan global telah menerapkan AI dalam operasionalnya, dari analisis data hingga personalisasi layanan.
Merespons tren tersebut, Universitas Nusa Mandiri (UNM) menyatakan komitmennya menyiapkan mahasiswa dengan kompetensi AI yang relevan dengan kebutuhan industri. Kepala Kampus UNM Kampus Jatiwaringin, Bryan Givan, menilai AI membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
“AI bukan sekadar teknologi canggih. Mahasiswa yang memahami AI dapat memanfaatkannya untuk analisis data, pembuatan konten, hingga meningkatkan efisiensi kerja. Ini menjadi nilai tambah di dunia kerja maupun bisnis,” ujarnya dalam rilis yang diterima Rabu (15/4).
Ia menambahkan, pemanfaatan AI perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan kreatif agar hasil analisis dapat diinterpretasikan secara tepat dalam pengambilan keputusan.
UNM membekali mahasiswa melalui sejumlah program studi. Program Studi Informatika mengajarkan machine learning, natural language processing, dan pengembangan sistem cerdas. Program Studi Sains Data berfokus pada pengolahan data besar, prediksi tren, serta pengambilan keputusan berbasis data. Sementara Program Studi Bisnis Digital mengintegrasikan AI dalam strategi pemasaran, personalisasi layanan, dan analisis perilaku konsumen.
Dengan pendekatan tersebut, mahasiswa diarahkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan AI di berbagai sektor. Bryan menegaskan, penguasaan AI dapat membuka peluang karier yang luas, mulai dari teknologi dan bisnis hingga riset serta inovasi produk.
“Generasi muda harus melihat AI sebagai partner dalam belajar dan bekerja. Dengan memahami AI, mahasiswa dapat menciptakan solusi inovatif yang berdampak bagi industri dan masyarakat,” katanya.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, UNM menyatakan terus mendorong penguasaan teknologi digital, termasuk AI dan analisis data, untuk mencetak lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja modern. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi profesional digital yang kompeten sekaligus menciptakan peluang baru di era transformasi digital.