Layanan pemantau internet Ookla diakuisisi perusahaan konsultasi teknologi asal Irlandia, Accenture, dengan nilai US$1,2 miliar atau sekitar Rp 20 triliun. Transaksi ini masih menunggu persetujuan regulasi.
CEO Accenture Julie Sweet mengatakan data dari produk Ookla akan dimanfaatkan untuk membantu klien di sektor bisnis dan pemerintah meningkatkan skala penggunaan kecerdasan buatan (AI) dengan aman. Setelah akuisisi disetujui, Accenture juga disebut akan menggunakan data Ookla untuk mendukung penyedia layanan cloud serta perusahaan AI berskala besar.
Meski berpindah kepemilikan, Accenture menyatakan bisnis Ookla akan tetap beroperasi seperti saat ini. CEO Ookla Stephen Bye menilai akuisisi tersebut membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan bisnis data jaringan dan mempercepat upaya menciptakan pengalaman konektivitas yang lebih baik.
Kesepakatan ini mencakup sejumlah layanan populer Ookla, termasuk Downdetector dan Speedtest. Keduanya merupakan layanan gratis yang dapat digunakan untuk memeriksa gangguan pada platform online serta mengukur kecepatan internet.
Selain itu, Ookla juga memiliki produk lain seperti Ekahau, perangkat lunak untuk desain dan pemecahan masalah jaringan, serta RootMetrics, platform untuk mengukur persoalan jaringan seluler. Sebelumnya, Ookla dimiliki Ziff Davis, perusahaan yang juga memiliki sejumlah situs teknologi dan hiburan seperti Cnet, IGN, dan Eurogamer.