XLSmart Telecom Sejahtera Tbk menargetkan perluasan layanan 5G ke 88 kota di Indonesia hingga akhir 2026. Perusahaan mengklaim ekspansi ini akan menghadirkan pengalaman internet dengan kecepatan rata-rata hingga 100 Mbps bagi pelanggan.
Core Planning Design & Deployment XLSmart, Eben Eliezer Pandapotan, mengatakan perusahaan telah menggelar lebih dari 20 ribu site 5G dan kini berfokus memperluas cakupan jaringan secara nasional.
“Untuk 5G itu teknologi yang baru, kita sudah rollout 5G itu lebih dari 20 ribu site dan target kita di tahun ini rampung di 88 kota. Nah, dengan adanya teknologi 5G, pelanggan dapat merasakan kecepatannya rata-ratanya sampai 100 Mbps,” ujar Eben di XLSmart Tower, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Menurut Eben, pengembangan 5G di Indonesia masih menghadapi tantangan utama berupa keterbatasan spektrum frekuensi. Ia menjelaskan, untuk menghadirkan layanan yang optimal dibutuhkan lebar pita sekitar 100 MHz, sementara XLSmart saat ini menggunakan spektrum 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHz.
Di sisi lain, XLSmart melalui tiga merek di bawah naungannya—XL Axiata, Axis, dan Smartfren—menyebut layanan 4G telah diperluas ke lebih dari 400 kota di Indonesia. Sementara itu, pengembangan 5G dilakukan secara bertahap.
“Nanti mungkin ke depannya akan lebih banyak karena kalau 4G itu kita lihat terkait dengan kemampuan perangkatnya. Jadi, dengan pertumbuhan perangkat, kita akan lebih berkembang di jaringan,” katanya.
XLSmart juga tengah mengikuti lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diselenggarakan pemerintah. Spektrum tersebut dinilai penting untuk memperkuat kapasitas jaringan, terutama untuk mendukung layanan 5G di wilayah perkotaan serta kawasan dengan trafik data tinggi.
Eben menegaskan target 5G di 88 kota merupakan rencana yang telah disiapkan sejak awal, bahkan sebelum proses lelang frekuensi dilakukan.
“Dengan nanti adanya lelang frekuensi baru otomatis ketika mendapatkannya akan kita implementasikan juga untuk menambah kapasitas dan kecepatan jaringan kita. Yang pasti kita semuanya siap, jadi semua site kita 5G sudah siap,” ujarnya.
Sementara itu, Group Head Marketing Segment XLSmart, Astiyanto Tri Muktiwibowo, mengatakan implementasi 5G akan menggunakan konsep full blanket di kota-kota yang sudah terjangkau. Artinya, di kota yang masuk cakupan, seluruh BTS akan mendukung 5G, tidak terbatas pada area industri atau bisnis.
“Bedanya mungkin dari implementasi 5G XLSmart khususnya dengan operator lain, kalau 88 kota itu XLSmart itu implementasinya full blanket. Artinya, di kota tersebut semua BTS-nya sudah 5G. Jadi, tidak lagi area industri atau bisnis saja, tapi satu kota full 5G,” katanya.
Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan hasil lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz dapat segera dimanfaatkan untuk mempercepat layanan 5G di Indonesia. Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, menyebut hasil lelang diharapkan bisa segera dirasakan masyarakat.
“Tadi ditanya kapan 5G akan dirilis, saat ini kita sedang dalam proses seleksi spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz. Mudah-mudahan sebelum Hari Kemerdekaan Indonesia sudah bisa dirilis,” kata Denny.