Platform media sosial X (sebelumnya Twitter) resmi mengumumkan aplikasi perpesanan baru bernama XChat. Aplikasi ini diposisikan sebagai layanan chatting yang menawarkan fitur komunikasi seperti yang umum ditemukan pada WhatsApp, Signal, dan Telegram.
Berdasarkan informasi di laman aplikasi XChat di iOS App Store, XChat mendukung pengiriman pesan teks, panggilan suara dan video, serta berbagi dokumen, foto, dan video. Pengguna juga dapat membuat grup chat, serta mengedit dan menghapus pesan yang sudah dikirim.
Dari sisi tampilan, XChat mengusung antarmuka minimalis khas X dengan dominasi warna hitam dan putih. Aplikasi ini disebut dapat digunakan secara gratis tanpa iklan.
Untuk aspek privasi, X mengeklaim XChat mendukung enkripsi end-to-end sehingga isi percakapan hanya dapat dilihat oleh pengguna. X juga mengeklaim aplikasi ini tidak akan melacak lokasi pengguna.
Namun, klaim tersebut menuai kritik dari sebagian pengguna di X. Salah satunya akun @d_paulson203 yang menyoroti informasi di laman resmi Apple Store, yang mencantumkan bahwa XChat masih mengumpulkan sejumlah data pribadi, termasuk lokasi, kontak, riwayat pencarian, dan profil pengguna.
Sebelumnya, pemilik X, Elon Musk, sempat mengkritik kebijakan privasi WhatsApp, meski kemudian dibantah oleh pihak WhatsApp. Hingga kini, Musk belum memberikan pernyataan terkait kritik mengenai privasi XChat.
Menurut rangkuman KompasTekno dari Mashable, XChat direncanakan tersedia untuk iPhone dan iPad pada 17 April 2026. Untuk menggunakannya, pengguna wajib memiliki akun X, mendaftarkannya, serta mengintegrasikan akun tersebut ke dalam aplikasi.
Sampai saat ini, belum ada informasi apakah XChat akan diperluas ke perangkat Android.