PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) melalui anak usahanya, PT Telemedia Komunikasi Pratama, meluncurkan layanan IRA Internet Rakyat di lebih dari 82 kota dan kabupaten. Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi SURGE untuk memperluas infrastruktur broadband dan mendorong inklusi digital di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Jawa, Maluku, dan Papua.
Direktur Utama PT Telemedia Komunikasi Pratama sekaligus Direktur WIFI, Shannedy Ong, menyampaikan bahwa internet kini telah menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Menurut perseroan, pemerataan akses internet berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus mempersempit kesenjangan konektivitas.
Perseroan menjelaskan, infrastruktur IRA dikembangkan menggunakan teknologi 5G Fixed Wireless Access (FWA) pada spektrum 1,4 GHz, dengan dukungan jaringan fiber to the home (FTTH). Strategi ini dinilai memungkinkan perluasan layanan broadband yang lebih efisien dan scalable, termasuk untuk wilayah yang memiliki keterbatasan pembangunan kabel konvensional.
Berdasarkan data perusahaan, infrastruktur IRA telah didukung lebih dari 550 site aktif dan 3.189 radio units. Layanan ini menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps dengan harga mulai Rp100.000.
Selain ekspansi jaringan, perseroan juga menghadirkan program promosi Grand Launching bekerja sama dengan TVRI dan FolaPlay hingga 19 Juli 2026. Program tersebut mencakup gratis layanan internet selama tiga bulan serta akses menonton Piala Dunia melalui aplikasi FolaPlay.
Di sisi pasar modal, data perdagangan per 26 Mei 2026 menunjukkan harga saham WIFI berada di Rp2.010 atau turun 1,47% secara harian, dengan kapitalisasi pasar Rp10,67 triliun. Rasio P/E tercatat 14,09 kali dan dividend yield 0,10%. Dalam 52 minggu terakhir, saham WIFI bergerak pada rentang Rp1.800 hingga Rp4.420.
Peluncuran IRA Internet Rakyat mencerminkan langkah WIFI memperluas layanan fixed broadband di berbagai wilayah. Ke depan, perhatian pasar dapat tertuju pada perkembangan penetrasi pelanggan, monetisasi layanan, serta kelanjutan ekspansi jaringan dan dinamika persaingan di industri broadband.