Universitas Dian Nusantara (UNDIRA) menggelar webinar bertema komunikasi dan penyiaran berjudul “AI di Ruang Redaksi: Ancaman atau Peluang Etika Jurnalisme Penyiaran” pada Senin, 25 Mei 2026. Kegiatan ini diselenggarakan secara daring melalui Google Meeting.
Webinar menghadirkan H. Muhamad Arifin Purwakananta, S.IKom., M.I.Kom., CWC, CFRM, Anggota Panitia Seleksi Komisioner KPI 2026–2029, sebagai narasumber. Sementara itu, diskusi dipandu oleh Suswinda Ningsih, S.Pd., M.I.Kom., dosen pengampu Mata Kuliah Etika Penyiaran di Universitas Dian Nusantara.
Dalam webinar tersebut, peserta membahas perkembangan penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di dunia jurnalistik dan penyiaran yang dinilai semakin pesat. Kehadiran AI disebut membawa perubahan pada berbagai tahapan kerja redaksi, mulai dari pencarian data, penulisan berita, hingga distribusi informasi kepada publik.
Dalam pemaparannya, H. Muhamad Arifin Purwakananta menyampaikan bahwa AI dapat menjadi peluang bagi industri media apabila digunakan secara bijak dan tetap memperhatikan kode etik jurnalistik. Ia menilai teknologi ini dapat membantu kerja redaksi menjadi lebih cepat dan efisien, namun tetap memerlukan kontrol manusia agar informasi yang disampaikan tetap akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.
“Teknologi tidak bisa dihindari, tetapi etika harus tetap menjadi fondasi utama dalam dunia penyiaran dan jurnalistik,” ujarnya.
Selain peluang, diskusi juga menyoroti sejumlah tantangan penggunaan AI, seperti potensi penyebaran informasi palsu, manipulasi konten digital, hingga risiko berkurangnya independensi jurnalistik apabila teknologi digunakan tanpa pengawasan etika.
Suswinda Ningsih menyatakan kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat mengenai pentingnya etika penyiaran di era digital. Ia berharap peserta dapat memahami cara memanfaatkan AI secara positif tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.
Webinar berlangsung interaktif dengan peserta yang aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan terkait masa depan media penyiaran di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Melalui kegiatan ini, UNDIRA menegaskan komitmennya menghadirkan ruang diskusi akademik yang relevan dengan perkembangan zaman, khususnya di bidang komunikasi, jurnalistik, dan penyiaran digital.