Perusahaan asal Tiongkok, Wanxinda Group, berencana menanamkan investasi senilai Rp1 triliun di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Rencana tersebut mencakup pembangunan pabrik di wilayah Jawa Tengah.
Perwakilan Wanxinda Group, Khairul Mahall, menyampaikan bahwa perusahaan menyiapkan rencana investasi ke Indonesia dengan total 700 proyek, termasuk di KITB. Lima sektor yang disebut menjadi fokus rencana investasi itu meliputi motor listrik, kosmetik, fesyen, kesehatan, dan elektronik.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi dengan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen di Semarang. Di KITB, Wanxinda disebut akan membangun pabrik di atas lahan seluas 98 hektare.
Wanxinda merupakan investor dari China yang memiliki empat basis manufaktur di Guangzhou, Binzhou, Myanmar, dan Indonesia. Perusahaan ini juga disebut memiliki jangkauan pasar global serta memasok produk ke perusahaan besar, termasuk Amazon di Amerika Serikat.
Di Tiongkok, Wanxinda diketahui memiliki sejumlah segmen bisnis, antara lain IT dan media, produksi aksesori untuk program teknologi, serta pembuatan barang perjalanan. Selain rencana penanaman modal, Khairul menyebut Wanxinda juga ingin bersama-sama mendorong pembangunan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok.
Dalam pertemuan tersebut, Taj Yasin menyampaikan apresiasi atas rencana investasi Wanxinda. Ia berharap investasi di Jawa Tengah terus meningkat, mengingat KITB dinilai sebagai salah satu kawasan industri yang strategis dan modern di provinsi tersebut.
Menurut Taj Yasin, kehadiran Wanxinda diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Jawa Tengah, menyerap tenaga kerja, serta mendorong peningkatan ekspor daerah. Sementara itu, berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, realisasi investasi di provinsi ini pada Januari–September 2025 mencapai Rp66,13 triliun atau 84,42% dari target tahunan, dengan serapan tenaga kerja 326.462 orang, tertinggi kedua di Pulau Jawa.