Sistem perbankan di Vietnam akan menerapkan aturan baru terkait otentikasi biometrik dan keamanan perbankan seluler mulai 1 Januari 2026, dengan pengetatan lanjutan yang berlaku mulai 1 Maret 2026. Kebijakan ini mencakup mekanisme yang memungkinkan aplikasi mobile banking otomatis keluar, berhenti beroperasi, atau memblokir transaksi ketika perangkat terdeteksi memiliki tanda-tanda risiko, sesuai ketentuan Bank Negara Vietnam.
Regulasi tersebut ditujukan untuk memperkuat keamanan layanan perbankan digital, menekan peningkatan penipuan berteknologi tinggi, serta menstandarkan data pelanggan di dalam sistem perbankan.
Mulai 1 Januari 2026, bank diwajibkan menangguhkan sementara seluruh transaksi online pada rekening yang belum menyelesaikan verifikasi biometrik atau belum menyinkronkan informasi identitas dengan basis data penduduk nasional. Kelompok yang terdampak antara lain nasabah yang belum memperbarui kartu identitas warga negara berbasis chip, dokumen identitas yang sudah kedaluwarsa, atau data biometrik yang tidak cocok.
Selanjutnya, mulai 1 Maret 2026, Surat Edaran 77/2025/TT-NHNN resmi berlaku dan memperketat standar keamanan untuk aplikasi perbankan digital. Salah satu ketentuan pentingnya adalah mekanisme “respons otomatis” pada mobile banking, yang membuat aplikasi dapat langsung memutus koneksi atau menghentikan transaksi apabila perangkat tidak memenuhi persyaratan keamanan.
Dalam ketentuan tersebut, perangkat dengan sistem operasi yang dimodifikasi—seperti rooting pada Android, jailbreaking pada iOS, membuka bootloader, atau memasang aplikasi dari sumber tidak resmi—akan ditolak aksesnya. Akses juga dapat diblokir pada lingkungan yang dinilai berisiko tinggi, seperti penggunaan emulator, pengaktifan mode debug, atau pemakaian alat migrasi sistem.
Aturan baru juga mewajibkan aplikasi perbankan untuk melakukan pemeriksaan dan penilaian keamanan perangkat serta versi perangkat lunak secara berkelanjutan. Jika ditemukan kerentanan serius atau indikasi manipulasi, sistem dapat menghentikan transaksi guna mencegah risiko pencurian aset.
Pengetatan tidak hanya berlaku bagi nasabah individu. Organisasi dan pelaku usaha turut dikenai kontrol yang lebih ketat. Bisnis yang baru didirikan atau yang dikategorikan berisiko tinggi diwajibkan menerapkan otentikasi biometrik atau tanda tangan elektronik untuk transaksi bernilai besar.
Kebijakan penguatan otentikasi biometrik dan kontrol perangkat ini disebut sebagai salah satu langkah paling drastis yang pernah ditempuh sektor perbankan digital di Vietnam. Selain melindungi aset pengguna, kebijakan ini juga diarahkan untuk membersihkan data pelanggan, menghilangkan akun yang dimiliki individu tidak berwenang, dan meningkatkan keamanan sistem keuangan secara keseluruhan.
Di tengah kejahatan teknologi tinggi yang kian berkembang, peralihan menuju otentikasi multi-faktor yang menggabungkan biometrik dan kontrol perangkat dipandang sebagai tren yang sulit dihindari, sekaligus menjadi dasar bagi lingkungan transaksi digital yang lebih aman ke depan.