Upwork Inc. mengumumkan peluncuran aplikasi di dalam ChatGPT yang memungkinkan bisnis mendeskripsikan kebutuhan proyek, menemukan talenta, dan menyusun postingan pekerjaan. Integrasi ini dirancang agar pengguna dapat memulai proses perekrutan langsung dari ChatGPT sebelum diarahkan ke platform Upwork.
Melalui integrasi tersebut, pengguna dapat mengakses Upwork Marketplace yang disebut memiliki lebih dari 18 juta profesional di 130 kategori pekerjaan dan 10.000 keterampilan. Setelah pengguna menjelaskan kebutuhan mereka di ChatGPT, sistem akan mengarahkan mereka ke Upwork Marketplace, di mana agen AI perusahaan bernama Uma membantu proses seperti pelingkupan proyek, pembuatan kontrak, dan inisiasi pekerjaan.
Chief business officer Upwork, Peter Sanborn, mengatakan integrasi ini membawa akses ke Upwork Marketplace ke dalam salah satu alat yang digunakan jutaan orang untuk memulai pekerjaan. Sementara itu, head of jobs and certification product di OpenAI, Chaya Nayak, menyebut kemitraan ini bertujuan memudahkan siapa pun membangun bisnis dengan menghubungkan mereka dengan talenta yang dibutuhkan melalui platform yang digunakan sehari-hari.
Upwork menyebut pengguna dapat memulai dengan prompt, antara lain untuk mencari ahli integrasi AI, menemukan pengembang untuk membangun alat dukungan pelanggan, atau menyusun postingan pekerjaan terkait otomasi alur kerja. Aplikasi Upwork baru ini dapat diakses oleh seluruh pengguna ChatGPT dengan menghubungkannya di dalam platform.
Integrasi ini mengikuti kemitraan yang diumumkan sebelumnya antara Upwork dan OpenAI, yang ditujukan untuk menyediakan akses pelatihan keterampilan AI dan sertifikasi bagi para profesional di Upwork Marketplace. Upwork juga menyatakan fitur tambahan, termasuk kemampuan pelingkupan proyek dan pengiriman pekerjaan, direncanakan meluncur pada akhir tahun ini.
Dalam pengumuman yang sama, disebutkan bahwa saham Upwork diperdagangkan mendekati level terendah 52 minggu di US$10,52 dan turun 44% secara year-to-date. Data InvestingPro menilai perusahaan mungkin berada pada posisi undervalued, dengan analisis yang mengindikasikan adanya potensi kenaikan.
Menurut InvestingPro Tips, manajemen disebut telah melakukan pembelian kembali saham secara agresif, sembari mempertahankan margin laba kotor sebesar 78%. Upwork juga mengutip riset yang menyatakan 94% pemimpin bisnis mengatakan organisasi mereka mewajibkan atau mendorong penggunaan alat AI, berdasarkan survei terhadap 750 eksekutif AS yang dilakukan pada Februari–Maret 2026.