PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan pendapatan kumulatif Januari–September 2025 sebesar Rp27,6 triliun, naik 0,7% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini didorong oleh peningkatan harga 1,8%, meski sebagian terimbangi oleh penurunan volume 1,1%.
Dari sisi pangsa pasar, market share UNVR berdasarkan nilai tercatat 33% dari sebelumnya 33,1%. Sementara itu, market share berdasarkan volume berada di 27% dari sebelumnya 27,3%. Manajemen menyatakan tetap berhati-hati, namun optimistis terhadap pemulihan struktural yang tengah berlangsung.
Rencana divestasi bisnis es krim
Segmen es krim menyumbang sekitar 10,3% dari penjualan Januari–September 2025, setara Rp2,8 triliun, serta berkontribusi 8,1% terhadap laba bersih atau sekitar Rp270 miliar. Manajemen menilai pemisahan bisnis es krim berpotensi meningkatkan profil margin perusahaan. Setelah segmen tersebut dikeluarkan dari perhitungan, margin meningkat secara moderat: gross margin naik 14 basis poin, laba sebelum pajak naik 37 basis poin, dan margin bersih naik 28 basis poin.
Manajemen menegaskan, meski pemisahan ini berpotensi menurunkan skala bisnis dalam jangka pendek, langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat margin serta memfokuskan strategi pada kategori inti ke depan.
Buyback berlanjut hingga Oktober 2025
UNVR juga melanjutkan program pembelian kembali saham. Hingga saat ini, perusahaan telah membeli kembali 168,8 juta saham, setara 14,3% dari total program. Buyback dijadwalkan berlanjut hingga 30 Oktober 2025.
Target dividen 100% dan peluang dividen spesial
Untuk 2025, manajemen berencana mempertahankan rasio pembayaran dividen sebesar 100%. Selain itu, terdapat potensi dividen spesial dari hasil penjualan bisnis es krim, yang akan bergantung pada rampungnya pemisahan bisnis serta persetujuan regulator.
Manajemen menilai kinerja kuartal III 2025 sebagai titik balik penting dalam proses transformasi UNVR, yang disebut kini berdiri di atas fondasi yang lebih sehat dan berkelanjutan. Namun, biaya transformasi diperkirakan meningkat pada kuartal IV 2025 seiring penjadwalan proyek, meski total beban tahunan diproyeksikan tetap sejalan dengan realisasi 2024.
Ke depan, profitabilitas UNVR diperkirakan terus menguat berkat efisiensi operasional dan optimalisasi biaya struktural. Setelah hasil kuartal III 2025 yang dinilai jauh di atas ekspektasi, saham UNVR tercatat naik 9,1%. Analis Ciptadana Sekuritas disebut berencana menaikkan proyeksi laba 2025 serta target harga saham UNVR.
Investasi saham mengandung risiko dan keputusan investasi menjadi tanggung jawab masing-masing pihak.