Universitas Sriwijaya (Unsri) merencanakan penguatan riset di bidang ketahanan pangan dan energi melalui kolaborasi lintas instansi dan lintas sektor. Langkah ini diarahkan untuk mempercepat pengembangan inovasi sekaligus mendorong hilirisasi energi maupun pertanian dengan mengoptimalkan potensi sumber daya Indonesia, khususnya komoditas unggulan Sumatra Selatan.
Penguatan riset tersebut juga didorong melalui pemanfaatan potensi tenaga pendidik dan mahasiswa. Unsri menilai program ketahanan pangan dan energi dapat diperkuat lewat kerja sama pertukaran mahasiswa serta peluang beasiswa ke luar negeri yang terkait dengan kegiatan penelitian.
Dalam upaya memperluas jejaring, Unsri disebut konsisten menjalin komunikasi dengan negara tetangga seperti Malaysia untuk penelitian berbasis pertanian dan energi. Ke depan, bidang ilmu terkait diharapkan mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat, baik bagi lingkungan kampus maupun di luar kampus.
Unsri menegaskan penguatan riset tidak harus dilakukan dengan membentuk program studi atau fakultas baru. Kampus memilih mengoptimalkan program studi yang sudah ada untuk mendukung riset dan penguatan ketahanan pangan serta energi.
Selain itu, status Unsri sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) dinilai memberikan otonomi akademik dan kemandirian dalam pengelolaan tata kelola, keuangan, serta sumber daya manusia. Dengan kewenangan tersebut, kampus disebut lebih sederhana dalam pembukaan atau penutupan program studi untuk menjalankan program yang diinstruksikan pemerintah pusat.
Dalam kolaborasi terbaru, Unsri pada April 2026 menjalin sinergi dengan instansi Balai Karantina bersama Fakultas Pertanian melalui kegiatan Practitioner Goes to Campus sebagai bagian dari perkuliahan mata kuliah Karantina Tumbuhan. Kegiatan itu mengangkat tema “Indonesian Quarantine: The Silent Hero Behind Food Security”. Kerja sama perguruan tinggi dan praktisi lapangan diharapkan mendukung proses pembelajaran pada bidang khusus yang berperan strategis dalam menjaga sumber daya hayati serta ketahanan pangan nasional.