BERITA TERKINI
UNNES Perkuat Hilirisasi Riset lewat FGD Kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Industri

UNNES Perkuat Hilirisasi Riset lewat FGD Kolaborasi dengan Dunia Usaha dan Industri

Universitas Negeri Semarang (UNNES) terus memperkuat hilirisasi hasil riset dan inovasi melalui pengembangan kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Upaya tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kolaborasi DUDI dengan Inovator untuk Komersialisasi Produk Inovasi” yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNNES pada Kamis (4/6/2026) di Ruang Borobudur, Gedung LPPM Lantai 3.

FGD ini menjadi ruang dialog antara perguruan tinggi, pelaku usaha dan industri, lembaga pendidikan, serta pemangku kepentingan lain untuk memperkuat sinergi dalam mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi agar memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Forum tersebut juga diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan pengguna dengan berbagai produk inovasi yang telah dihasilkan sivitas akademika UNNES.

Kegiatan dibuka oleh Sekretaris LPPM UNNES, Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, M.Si. Dalam sambutannya, ia menilai pemanfaatan hasil penelitian dan paten milik UNNES oleh DUDI maupun lembaga pendidikan masih perlu terus ditingkatkan. Menurutnya, banyak inovasi dosen dan peneliti yang berpotensi diterapkan di masyarakat, tetapi sebagian masih berhenti pada tahap publikasi ilmiah atau perlindungan kekayaan intelektual.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor. Di sisi lain, kebutuhan terhadap inovasi teknologi, peralatan produksi, sarana laboratorium, alat praktik, media pembelajaran, hingga berbagai solusi berbasis teknologi terus berkembang mengikuti dinamika industri dan dunia pendidikan.

“Kebutuhan industri dan lembaga pendidikan terhadap inovasi sebenarnya sangat besar. Di sisi lain, UNNES memiliki banyak hasil penelitian dan paten yang potensial untuk dimanfaatkan. Tantangannya adalah bagaimana menjembatani kebutuhan tersebut melalui kolaborasi yang lebih intensif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan masih terdapat tantangan dalam membangun keterhubungan antara perguruan tinggi dengan DUDI. Meski industri memerlukan solusi inovatif untuk meningkatkan daya saing dan efisiensi, keterlibatan peneliti perguruan tinggi dalam penyelesaian persoalan industri dinilai masih perlu diperluas. Perbedaan kebutuhan, kurangnya forum komunikasi berkelanjutan, serta belum optimalnya mekanisme kerja sama disebut menjadi beberapa faktor yang perlu diatasi bersama.

Untuk memperkaya perspektif peserta, FGD menghadirkan tiga narasumber. Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Ardian Agung W., S.E., M.M., memaparkan strategi komersialisasi kekayaan intelektual sebagai instrumen penting dalam mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing industri di Jawa Tengah. Ia menekankan hasil riset dan kekayaan intelektual memiliki nilai strategis apabila mampu diterapkan dan dimanfaatkan dunia industri.

Narasumber berikutnya, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah, Haris Wahyudi, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya pemanfaatan inovasi hasil riset perguruan tinggi untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Ia menyampaikan berbagai produk inovasi yang dikembangkan UNNES berpeluang diterapkan di sekolah-sekolah, baik sebagai media pembelajaran, sarana praktik, maupun solusi pendidikan lainnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Invensi dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Jawa Tengah, Ir. Eny Hari Widowati, M.Si., menjelaskan peran BRIDA dalam membangun ekosistem riset yang mampu menghasilkan inovasi bernilai komersial. Ia menegaskan pengembangan inovasi membutuhkan kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan masyarakat.

FGD ini diikuti 75 peserta yang terdiri atas dosen inovator UNNES yang telah memiliki paten, paten sederhana, maupun kekayaan intelektual lainnya. Hadir pula perwakilan DUDI dari berbagai sektor usaha di Jawa Tengah yang berpotensi menjadi mitra produksi, pemasaran, maupun pengguna inovasi UNNES, serta perwakilan SMA dan SMK yang dapat menjadi mitra dalam pengembangan dan pemanfaatan inovasi bidang pendidikan.

Dalam forum tersebut juga disampaikan berbagai peluang pendanaan penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang dapat dimanfaatkan dosen melalui kolaborasi dengan DUDI maupun lembaga pendidikan. Berbagai skema yang tersedia diharapkan memperkuat pengembangan riset terapan, mempercepat proses hilirisasi, dan mendorong lahirnya produk inovasi yang siap digunakan masyarakat maupun industri.

Melalui kegiatan ini, UNNES menegaskan upaya memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang menghasilkan riset berdampak dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan kemitraan antara peneliti, industri, dan lembaga pendidikan diharapkan mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya menghasilkan publikasi dan kekayaan intelektual, tetapi juga dapat dikomersialisasikan serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial.